Kebersamaan tanpa Batas, Toleransi Mengakar di Atambua

  • 06 Mar 2026 18:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Semangat toleransi antar umat beragama di Atambua, Kabupaten Belu, terus terjaga melalui kebersamaan lintas iman yang terbangun di tengah masyarakat. Hal itu sangat terasa pada momen hari besar keagamaan seperti di bulan ramadhan saat ini.

Paula Meri, seorang perantau yang kini menetap di Atambua, kepada rri.co.id Jumat 6 Maret 2026 mengaku merasakan langsung suasana kerukunan tersebut. Paula mengatakan, meski berasal dari luar daerah, dirinya diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar tanpa memandang latar belakang agama dan suku.

“Saya ikut berbuka puasa bersama teman-teman Muslim di Atambua. Bagi saya, ini bentuk saling menghormati, mempererat persaudaraan dan saling menguatkan di perantauan,” Kata Paula Meri

Menurutnya toleransi di atambua berjalan dua arah. seperti saat perayaan Natal, warga muslim juga turut berkunjung dan bersilaturahmi. Begitu pula saat Hari besar islam, warga kristiani hadir menyampaikan ucapan selamat sebagai wujud kebersamaan.

Sebagai pendatang Paula menilai sikap saling menghargai tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan. Tradisi saling mengunjungi saat hari besar keagamaan dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan budaya yang tumbuh dari kesadaran bersama.

"Sikap saling menghargai di wilayah perbatasan ini menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat. Artinya ini bukan sekedar formalitas tapi ini adalah budaya saling menghargai antar sesama".

Tambahnya suasana kebersamaan di wilayah perbatasan ini juga mencerminkan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga Paula berharap nilai toleransi ini terus dirawat dan terus terjaga hingga generasi yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....