Menumbuhkan Kepedulian Sosial sejak Dini di Era Digital

  • 28 Feb 2026 18:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Menumbuhkan kepedulian sosial pada anak bukan sekadar mengajarkan etika, melainkan bagian dari menjalankan amanah Allah SWT dalam membentuk karakter generasi yang rahmatan lil alamin. Hal ini disampaikan oleh Ustadzah Nurma, M.Pd dalam talkshow program Tanya Ustad Di Bulan Ramadhan ( Tauladan ) di studio Pro 2 RRI Meulaboh. Dengan tema “ menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini “

Ustadzah Nurma mengatakan, anak-anak perlu diajak untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi sesama muslim dan lingkungan sekitar sejak usia balita. Dengan kita terapkan rasa empati sejak dini makan anak-anak akan punya pemampuan mengelola emosi, berempati, dan membantu sesama sebagai dasar menjadi individu yang kooperatif dan mampu menghormati orang lain. Ujarnya

Anak – anak sangat cepat dalam adalah meniru. Orang tua harus menunjukkan sikap peduli secara nyata, seperti membantu anggota keluarga atau tetangga yang kesulitan. Orang tua bisa mengajak anak terlibat langsung dalam kegiatan amal, seperti menyisihkan uang jajan untuk sedekah atau mengunjungi panti asuhan. Sangat efektif untuk menumbuhkan rasa syukur dan kasih sayang. Ujarnya

Di sekolah para guru juga bisa menggunakan metode ( Storytelling ) cerita-cerita Nabi atau tokoh inspiratif yang memiliki kepedulian sosial tinggi dapat membantu anak memahami makna empati secara lebih mendalam.

Membiasakan anak mengucapkan kata tolong, terima kasih, dan maaf menjadi langkah awal dalam menghargai keberadaan dan perasaan orang lain. Kepedulian sosial dalam Islam juga diwujudkan melalui ibadah seperti zakat dan infak, yang berfungsi membersihkan jiwa dari sifat kikir dan individualisme.

Dengan melatih kepekaan sosial sejak dini, diharapkan anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan batin yang kuat terhadap penderitaan sesama. Menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial. Ujarnya

Tantangan di era digital di mana anak-anak sering terpapar gadget. Teknologi ini tentunya bisa memengaruhi interaksi sosial dan kemampuan empati anak. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan anak berkonsentrasi, mengatur emosi, dan mengurangi kualitas interaksi orang tua-anak.

Tapi jika digunakan dengan bijak dan di awasi oleh orang tua, maka platform daring kini juga mulai dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk memupuk kepedulian sosial melalui kampanye kemanusiaan digital. Ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....