Puasa Bukan Sekadar Lapar, Ini Makna Sebenarnya
- 24 Feb 2026 20:38 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bulan Ramadhan selalu identik dengan ibadah puasa. Setiap Muslim menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, sejatinya puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Puasa memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ajaran Islam, puasa diperintahkan sebagai sarana untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menyebutkan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah.
Menurut penafsiran ulama dalam kitab Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, ketakwaan yang dimaksud bukan hanya terlihat dalam ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari seperti kejujuran, kesabaran, serta kemampuan menahan diri dari perbuatan buruk.
Puasa juga menjadi latihan pengendalian diri. Saat berpuasa, seseorang tidak hanya diminta menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah, menjaga lisan, serta menghindari perilaku yang dapat merusak nilai ibadah.
Hal ini sesuai dengan penjelasan Yusuf al-Qaradawi dalam bukunya Fiqh Puasa, yang menyebutkan bahwa hakikat puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat merusak moral dan spiritual manusia.
Selain itu, puasa juga mengajarkan empati sosial. Ketika seseorang merasakan lapar dan haus sepanjang hari, ia dapat lebih memahami kondisi orang-orang yang hidup dalam keterbatasan. Perasaan ini mendorong munculnya rasa kepedulian untuk membantu sesama melalui sedekah, zakat, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya. Karena itu, Ramadhan sering disebut sebagai bulan berbagi.
Dari sisi kesehatan, puasa juga memiliki manfaat jika dilakukan dengan pola makan yang seimbang saat sahur dan berbuka. Menurut informasi kesehatan yang disampaikan oleh World Health Organization, puasa yang dijalankan dengan pola makan yang baik dapat membantu tubuh mengatur metabolisme serta memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.
Pada akhirnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga selama beberapa jam dalam sehari. Puasa adalah proses pembelajaran untuk memperbaiki diri secara menyeluruh, baik secara spiritual, moral, maupun sosial. Dengan memahami makna yang sebenarnya, ibadah puasa dapat menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat dengan nilai-nilai kebaikan. (APS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....