Pengendalian Diri Jadi Ciri Pemuda Berkualitas dalam Dialog 'Tauladan'
- 24 Feb 2026 00:12 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh– Pengendalian diri menjadi salah satu kunci utama dalam membentuk karakter pemuda yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan oleh Ustad H. Kamil Syafruddin, Lc, Kepala Kantor Urusan Agama Samatiga, dalam program dialog Tauladan (Tanya Ustad di Bulan Ramadhan), yang disiarkan secara langsung di Pro2 RRI Meulaboh pada Minggu (22/2/2026) pukul 16.30 wib s/d selesai, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan.
Dalam dialog tersebut, Ustad H. Kamil Syafruddin, LC menekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah pembinaan karakter, khususnya dalam melatih pengendalian diri. Menurutnya, pemuda yang mampu mengendalikan hawa nafsu, emosi, serta menjaga lisan dan perbuatan merupakan pemuda yang memiliki kualitas iman dan akhlak yang kuat.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana kita mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah dan moralitas. Di situlah kualitas seorang pemuda diuji,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di tengah tantangan era digital dan arus informasi yang begitu cepat, generasi muda dituntut memiliki kontrol diri yang kokoh. Tanpa pengendalian diri, pemuda mudah terjerumus dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga konflik sosial yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.
Lebih lanjut, beliau mengajak para pemuda untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum evaluasi diri dan peningkatan kualitas spiritual. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga pergaulan, serta aktif dalam kegiatan positif, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Program Tauladan (Tanya Ustad di Bulan Ramadhan)” di Pro2 RRI Meulaboh ini mendapat respons positif dari para pendengar. Interaksi melalui sambungan telepon menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menggali pemahaman keagamaan, khususnya terkait pembinaan karakter generasi muda.
Melalui dialog tersebut, diharapkan pesan tentang pentingnya pengendalian diri tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir generasi pemuda yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....