Puasa Baik untuk Jantung, tapi Pola Makan Bisa Jadi Bumerang

  • 21 Feb 2026 20:04 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Puasa Ramadan disebut memiliki dampak positif yang signifikan bagi kesehatan jantung, jika dijalani dengan pola makan yang tepat. Hal ini disampaikan dokter spesialis gizi klinik RSJPD Harapan Kita, Oqti Rodia, dalam talk show “Pola Makan saat Ramadhan Menentukan Kesehatan Jantung”.

Menurut Oqti, puasa dapat memperbaiki profil lemak darah, menjaga tekanan darah tetap terkendali, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, puasa juga menurunkan peradangan dan menjaga elastisitas pembuluh darah. “Puasa juga memicu proses autophagy, yaitu mekanisme bersih-bersih sel secara alami yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, puasa sebenarnya merupakan momentum untuk memperbaiki kondisi metabolik dan kesehatan jantung. “Jadi bukan cuma kita bersih-bersih terhadap dosa-dosa kita, tapi juga bersih-bersih terhadap sel-sel yang rusak di tubuh dengan cara berpuasa,” katanya.

Namun, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan akibat pola makan yang kurang tepat. Salah satu faktor utama adalah konsumsi takjil berlebihan yang tinggi gula dan kalori, serta aktivitas fisik yang menurun selama puasa. Kondisi ini dapat memicu lonjakan gula darah dan resistensi insulin.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah melewatkan sahur dan kurang minum air putih. Oqti menekankan pentingnya sahur sebagai sumber energi sepanjang hari serta menjaga hidrasi dengan pola 2-4-2 sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Ia juga mengingatkan bahwa kekurangan cairan bisa memperburuk kondisi metabolisme tubuh.

Untuk menjaga kesehatan jantung, ia menyarankan komposisi makan seimbang saat sahur dan berbuka, sesuai prinsip “Isi Piringku”. Pola makan dianjurkan mencakup makanan pokok, lauk hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan dengan porsi seimbang.

Oqti juga mengimbau masyarakat membatasi konsumsi makanan tinggi gula, natrium, gorengan, dan makanan pedas berlebihan. “Kalau kita dalam kondisi puasa lalu tiba-tiba dihantam gula tinggi, tubuh tidak siap dan bisa menyebabkan lonjakan gula darah drastis,” katanya.

Ia menegaskan, puasa bisa menjadi sarana meningkatkan kesehatan jantung jika disertai pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup. Ramadan pun dinilai sebagai momen ideal untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....