Ramadhan Sebagai Momentum Pembinaan Diri

  • 21 Feb 2026 10:51 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H yang jatuh pada hari kamis, 19 februari 2026 , umat Muslim di seluruh dunia kembali menyambut datangnya "madrasah spiritual". Hal ini disampaikan oleh Ustad DRS. H. Tharmizi dalam talkshow program Tanya Ustad Di Bulan Ramadhan ( Tauladan ) di studio Pro 2 RRI Meulaboh. Dengan tema “ Ramadhan Sebagai Momentum Pembinaan Diri “

Ustad Tharmizi mengatakan, "Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang latihan konsisten untuk mengendalikan diri dan menata kembali kebiasaan buruk menjadi amal saleh yang lebih bermanfaat," Ujarnya

Lebih dari sekadar ritual menahan lapar dan haus, Ramadan tahun ini dipandang sebagai momentum krusial untuk melakukan pembinaan diri secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual, moral, maupun sosial.

Bulan puasa ini adalah madrasah pembentukan karakter, melalui ibadah ini, setiap individu dilatih untuk memiliki kedisiplinan tinggi, mulai dari manajemen waktu saat sahur hingga kemampuan menahan hawa nafsu sepanjang hari.

Pembinaan diri di bulan Ramadan mencakup tiga pilar utama yang saling berkaitan yaitu :

  1. Transformasi Spiritual
    Meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Pencipta melalui perbaikan salat, tadarus Al-Qur'an, dan zikir yang lebih intens.
  2. Transformasi Moral (Akhlak)
    Melatih kejujuran (amanah), kesabaran, serta menjaga lisan dari ghibah dan fitnah yang dapat menggugurkan pahala puasa.
  3. Transformasi Sosial
    Menumbuhkan kepekaan terhadap penderitaan sesama melalui zakat dan sedekah, guna menghapus kesenjangan sosial di masyarakat.
    Tujuan akhir dari seluruh rangkaian pembinaan diri ini adalah tercapainya derajat muttaqin (orang yang bertakwa) sebagaimana amanat dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yaitu "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa".

Ayat ini bertujuan mendidik jiwa, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan keimanan. Diharapkan, setelah bulan suci berakhir, perubahan positif yang terbentuk tidak hanya bersifat sementara, namun menjadi gaya hidup baru yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....