TNI AD Gelar Nobar Piala Dunia di 25 Ribu Titik, Libatkan 1,13 Juta Penonton
- 18 Jul 2026 10:35 WIB
- Mataram
Poin Utama
- TNI Angkatan Darat menyelenggarakan Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 25.912 titik lokasi di seluruh Indonesia pada 10-16 Juli 2026 dengan partisipasi 1.133.184 penonton.
- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa TNI AD mendukung penyiaran Piala Dunia melalui TVRI sebagai bagian dari upaya menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
- Kegiatan nobar ini juga bertujuan untuk mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah melalui penyelenggaraan nonton bareng yang tersebar luas.
RRI CO.ID, Jakarta – TNI Angkatan Darat menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di 25.912 titik di seluruh Indonesia selama 10–16 Juli 2026. Kegiatan bertajuk Nobar Kebangsaan itu diikuti 1.133.184 penonton.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD mendukung penyiaran Piala Dunia melalui TVRI sebagai bagian dari upaya menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi.

"Kami dari TNI Angkatan Darat dengan senang hati dan bersyukur dapat mendukung penyiaran Piala Dunia melalui TVRI sesuai keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian," kata Maruli, Jum'at 17 Juli 2026.
Direktur Utama TVRI Fiki Satari menyebut kolaborasi dengan TNI AD memperluas jangkauan siaran Piala Dunia hingga berbagai daerah, termasuk wilayah terluar Indonesia.
"Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia," ujar Fiki.
Kolaborasi penyelenggaraan Nobar Kebangsaan bermula dari pertemuan KSAD dan Direktur Utama TVRI saat kegiatan olahraga bersama di Markas Besar TNI AD pada 3 Juli 2026.
Selain menghadirkan hiburan, penyelenggaraan Piala Dunia juga dinilai memberi dampak ekonomi yang signifikan. Kajian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan perputaran ekonomi selama FIFA World Cup 2026 mencapai lebih dari Rp5,03 triliun.
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha di daerah.
"Piala Dunia 2026 menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," katanya.
Menurut KADIN, nilai tersebut berasal dari sekitar Rp1,76 triliun belanja iklan di televisi, Rp850 miliar kegiatan komersial di luar siaran, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), serta berbagai aktivitas masyarakat seperti Festival Rakyat 2026.
Kajian itu juga menyebut penyelenggaraan Piala Dunia mendorong investasi pelaku usaha pada perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, hingga fasilitas usaha makanan dan minuman yang memberikan efek berganda terhadap perekonomian.
Temuan tersebut diperkuat hasil survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026. Survei menunjukkan rata-rata pengeluaran peserta nobar mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan, terutama untuk membeli makanan, minuman, paket data, dan kebutuhan pendukung lainnya yang turut menggerakkan omzet pelaku UMKM.
Survei yang sama mencatat 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI, sementara 73 persen menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi FIFA World Cup 2026.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, TVRI bersama TNI Angkatan Darat akan menggelar Festival Rakyat Bola Gembira di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 19 Juli 2026. Acara gratis tersebut akan menghadirkan nobar final Piala Dunia, konser musik, dan bazar UMKM yang melibatkan puluhan pelaku usaha lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....