Laga Hidup Mati, Amerika Hadapi Kekuatan Belgia

  • 06 Jul 2026 21:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Tim nasional Amerika Serikat akan menghadapi tantangan besar saat berjumpa Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga hidup-mati tersebut akan berlangsung di Seattle Stadium (Lumen Field), Amerika Serikat, Selasa, 7 Juli 2026, pukul 07.00 waktu Indonesia. Pemenang pertandingan ini dipastikan melangkah ke perempat final untuk menghadapi pemenang duel Portugal kontra Spanyol.

Amerika Serikat datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi modal penting bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino yang berambisi mengakhiri penantian panjang lolos ke perempat final Piala Dunia. Dukungan puluhan ribu suporter di Seattle diperkirakan akan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi Christian Pulisic dan kolega.

Di sisi lain, Belgia juga tampil impresif setelah melewati hadangan Senegal dengan kemenangan dramatis 3-2. Tim berjuluk Red Devils tetap mengandalkan kombinasi pengalaman dan kualitas individu pemain-pemain seperti Kevin De Bruyne, Jérémy Doku, Romelu Lukaku, hingga Thibaut Courtois untuk membawa mereka melangkah lebih jauh di turnamen.

Jelang pertandingan, perhatian juga tertuju pada keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman larangan bermain striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut membuat Pochettino bisa kembali mengandalkan penyerang andalannya yang telah menjadi salah satu pencetak gol terbanyak tim sepanjang turnamen, meski kebijakan tersebut menuai protes dari kubu Belgia.

Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menegaskan bahwa kehadiran Balogun memang menjadi keuntungan, tetapi kekuatan utama timnya tetap terletak pada kerja sama kolektif.

"Balogun adalah pemain penting, tetapi kekuatan kami adalah tim. Kami menghormati Belgia karena mereka lawan yang sangat kuat. Ini pertandingan besar, dan kami ingin menunjukkan perkembangan sepak bola Amerika di hadapan pendukung sendiri,” ujar Pochettino saat sesi konferensi pers sebelum laga.

Sementara itu, pelatih Belgia Rudi Garcia mengaku kecewa dengan keputusan FIFA terkait Balogun. Namun ia menegaskan fokus timnya tetap tertuju pada pertandingan.

“Kami datang ke sini untuk membela sepak bola dan integritas kompetisi. Terlepas dari keputusan itu, kami harus tetap berkonsentrasi menghadapi pertandingan dan menunjukkan kualitas Belgia di lapangan,” kata Garcia.

Secara kualitas, pertandingan diprediksi berlangsung sengit. Amerika Serikat mengandalkan kecepatan transisi serta energi para pemain muda, sedangkan Belgia memiliki pengalaman dan kreativitas lini tengah yang mampu mengendalikan tempo permainan. Duel di sektor sayap juga diperkirakan menjadi salah satu penentu hasil akhir pertandingan.

Jika mampu memanfaatkan dukungan publik Seattle dan tampil disiplin sepanjang laga, Amerika Serikat berpeluang menciptakan kejutan. Namun Belgia tetap layak difavoritkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman para pemainnya di level internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....