Ironi Data Statistik dan Realita Pendapatan

  • 04 Feb 2026 17:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Anggota komisi III DPRD NTT, Dr.Inche D.P Sayuna,SH.,M.Hum.,M.Kn, soroti ironi data kemiskinan di NTT yang menurutnya tidak realistis dengan kondisi lapangan.

"Angka kemiskinan di NTT dilaporkan Pemprov menunjukkan tren menurun. Ini secara akumulatif berdasarkan laporan data resmi pemerintah saat sekarang," ucapnya.

Namun kepada rri.co.id, Rabu, 04 Februari 2026, anggota DPRD Provinsi NTT, Dr Ince Sayuna melihat adanya sebuah ironi besar di balik angka statistik yang sering dipamerkan pihak pemerintah daerah.

"Secara random kita melihat angka kemiskinan itu menurun tapi pendapatan per kapita masyarakat kita justru semakin sangat mengecil," katanya melalui sambungan telepon.

Lanjutnya, hal ini membuktikan bahwa penurunan angka di atas kertas tidak berbanding lurus dengan daya beli nyata masyarakat di lapangan.

Kondisi ekonomi warga justru dirasakan semakin sulit karena pendapatan mereka masih di bawah standar yang ditetapkan lembaga PBB dunia.

"Ada sebuah angka ironis di mana pendapatan per kapita masyarakat kita masih berada di bawah garis standar PBB," ujarnya.

Persoalan ini memerlukan perhatian serius agar kebijakan ekonomi tidak hanya mengejar angka pertumbuhan melainkan juga kesejahteraan yang sangat nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....