DD Menyusut, Intervensi Kemiskinan di Kabuna-Belu Terbatas

  • 31 Jan 2026 14:02 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Penyusutan Dana Desa (DD) pada tahun 2026 akan membatasi kemampuan Pemerintah Desa Kabuna dalam mengintervensi kemiskinan ekstrem. Informasi disampaikan Adrianus Yosep Laka, Kepala Desa Kabuna,Kabupaten Belu, kepada rri.co.id, Sabtu 31 Januari 2026.

“Tidak sebesar tahun sebelumnya, karena dana desa yang ditransfer dari pusat tahun ini kurang lebih hanya 373 juta rupiah. Tentu kami akan kesulitan tekan angka kemiskinan ekstrim di Kabuna,” katanya saat ditemui di wilayah Desanya.

Keterbatasan intervensi anggaran dana desa akan berdampak pada jumlah penerima BLT ekstrem diperkirakan menyusut hingga tertinggal hanya belasan orang penerima manfaat.

“Kita harus lebih jeli untuk melihat lagi kira-kira mana yang miskin, mana yang miskin ekstrim dan juga yang masuk kategori warga menengah atau warga mampu. Sehingga benar benar tepat sasaran,” ucapnya.

Hal ini wajib dilakukan dengan cermat sebab dana desa harus dialokasikan untuk sejumlah program wajib seperti penanganan stunting, ketahanan pangan, dan honor kader kesehatan serta tutor Paud. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa Kabuna, harus menurunkan porsi BLT secara signifikan.

Ia menambahkan, penanganan warga miskin ekstrem kini lebih banyak ditopang bantuan Kementerian Sosial. “PKH dan Sembako masih menjangkau sekitar 300 kepala keluarga, di desa Kabuna, sehingga masih ada harapan bagi mereka yang betul-betul berhak terima bantuan,” katanya.

“Mudah-mudahan kami masih bisa lakukan kegiatan wajib sesuai porsinya, tapi untuk BLT kemiskinan ekstrim terus terang kami harus turunkan jadi sangat terbatas penerimanya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....