SGU: Kepemimpinan dan Talenta Digital Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Global
- 23 Jun 2026 10:15 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Swiss German University (SGU) menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan, inovasi, dan talenta digital untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Pesan tersebut mengemuka dalam Public Seminar 2026 bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future” yang digelar di Kampus SGU, Alam Sutera, Tangerang.
Seminar tersebut mempertemukan kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri guna membahas berbagai tantangan yang muncul akibat percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta perubahan pola kerja di berbagai sektor.
Diskusi menghadirkan Enggartiasto Lukita, Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital Kementerian PPN/Bappenas Dini Maghfirra, serta Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PANRB Adi Nugroho. Ketiganya sepakat bahwa kemampuan beradaptasi dan peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan utama bagi individu maupun organisasi di era digital.
Dalam paparannya, Enggartiasto Lukita menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan kemampuan membaca perubahan untuk menjaga keberlanjutan organisasi di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan dan mengubah tantangan menjadi peluang.
Sementara itu, Dini Maghfirra menyoroti peran strategis data dalam mendukung pembangunan nasional yang lebih efektif dan berbasis bukti. Pemanfaatan data yang tepat dinilai dapat membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Adi Nugroho menambahkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan menyeluruh dalam tata kelola dan pelayanan publik. Karena itu, integrasi layanan digital, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan talenta digital perlu terus diperkuat.
Rektor SGU Samuel P. Kusumocahyo mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dan memimpin di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
“Pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan pembangunan nasional. Kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan,” ujar Samuel, melalui keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri masa depan. Pada jenjang sarjana, SGU menawarkan program Information Technology dengan peminatan Cyber Security, Business Innovation, serta AI and Data Science, selain Industrial Engineering. Adapun pada jenjang magister tersedia program Master of Information Technology dengan sejumlah konsentrasi terkait data, AI, keamanan siber, inovasi digital, dan transformasi digital.
Menurut Samuel, keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Karena itu, SGU terus memperkuat kurikulum yang relevan serta memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan mitra internasional.
Seminar yang dihadiri mahasiswa, akademisi, profesional muda, dan masyarakat umum tersebut juga diisi dengan sesi diskusi interaktif mengenai kepemimpinan di era disrupsi, pemanfaatan data untuk pembangunan nasional, transformasi digital layanan publik, serta kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi masa depan.
“Melalui kegiatan ini, SGU kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital Indonesia melalui pengembangan talenta yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....