Geopolitik Global Tekan Harga Emas, Nilai Tetap Tinggi
- 26 Apr 2026 14:27 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kondisi geopolitik global memicu koreksi harga emas, namun nilainya masih relatif tinggi. Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Satu Manado Andi Vivin Budi Permana merespons kekhawatiran masyarakat terkait tren tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Andi saat menanggapi dinamika harga emas terbaru. Ia menjelaskan pergerakan harga emas tetap dipengaruhi faktor global serta kebutuhan likuiditas negara.
Menurutnya, harga emas sempat mengalami lonjakan signifikan pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan tersebut bahkan mencapai sekitar 25 persen sebelum akhirnya mengalami koreksi beberapa waktu terakhir.
"Masyarakat jangan tergiring opini emas turun jeblok melihat kondisi geopolitik sekarang, kalau kita bandingkan dengan kondisi harga emas di Indonesia dibandingkan dari Januari, Februari, Maret dan April tahun ini ya 2026," ucap Andi beberapa waktu lalu di dialog rri Manado.
Ia menyebut kondisi geopolitik biasanya mendorong harga emas naik, namun situasi saat ini berbeda. Negara-negara justru melepas emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan pembiayaan fiskal masing-masing.
"Kenapa negara negara lagi banyak butuh likuiditas, lagi butuh duit nih untuk menghidupi fiskal negara masing masing bahkan untuk memberi alutsista pertahanan, makanya ketika mereka butuh duit ada yang ngelepas emasnya," sebutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan meningkatnya penawaran emas di pasar menyebabkan harga mengalami koreksi. Kondisi tersebut terjadi karena banyak negara membutuhkan dana untuk kebutuhan mendesak, termasuk sektor pertahanan.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk melihat tren harga secara lebih luas. Harga emas saat ini masih lebih tinggi dibandingkan posisi pada Desember 2025 lalu.
Ia juga menekankan bahwa harga emas memiliki kecenderungan jangka panjang yang stabil dan meningkat. Menurutnya, harga emas tidak akan kembali ke level tiga hingga empat tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....