Muktamar ANNAS Tekankan Pentingnya Jaga Keutuhan
- 26 Apr 2026 12:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Muktamar dan Mudzakarah Nasional ANNAS menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari potensi konflik sosial yang dipicu perbedaan keyakinan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A., usai kegiatan Mudzakarah Nasional ANNAS ke-III di salah satu hotel di Kota Bandung, Minggu 26 April 2026.
Menurut Athian, terdapat dua sisi utama yang menjadi perhatian, yakni aspek keagamaan dan dampak sosial yang ditimbulkan. Ia menilai kesucian agama, khususnya Islam yang telah lama berkembang di Indonesia, perlu dijaga oleh para pemeluknya, terutama dari tindakan yang dianggap mencela atau menodai ajaran agama.
Ia mencontohkan kasus penodaan agama yang pernah memicu konflik di Sampang, Madura, hingga berujung pada kekerasan. Dalam kasus tersebut, pelaku telah dijatuhi hukuman pidana.
Athian menegaskan, setiap individu memiliki hak atas keyakinannya. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian keyakinan tersebut tidak memicu gesekan di ruang publik.
“Keyakinan adalah hak pribadi. Tetapi yang perlu dijaga adalah agar tidak berkembang menjadi konflik di masyarakat,” ujar Athian usai acara kegiatan Mudzakarah Nasional ANNAS ke-III di salah satu hotel di Kota Bandung, Minggu 26 April 2026.
Ia juga mengungkapkan adanya laporan tindakan yang dinilai provokatif di sejumlah daerah, yang berpotensi memicu reaksi umat jika tidak ditangani dengan baik. Dalam konteks tersebut, ANNAS mengaku aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan guna mencegah terjadinya konflik.
Athian menepis anggapan bahwa organisasinya bersikap intoleran. Menurutnya, langkah yang dilakukan justru bertujuan mencegah pelanggaran hukum serta menjaga ketertiban masyarakat.
“Tidak mungkin pelanggaran pidana seperti penodaan agama harus ditoleransi. Justru itu yang ingin kita cegah agar tidak terjadi konflik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi perpecahan yang dapat muncul dari penyebaran paham keagamaan tertentu di wilayah yang sudah memiliki basis keagamaan kuat. Ia menyebut, sejumlah rekomendasi ulama internasional juga mengingatkan agar penyebaran ajaran tertentu tidak dilakukan di wilayah yang berpotensi menimbulkan konflik.
ANNAS, lanjutnya, terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap upaya tersebut dapat mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.
“Kami ingin menciptakan suasana yang damai dan kondusif, sehingga keutuhan bangsa tetap terjaga,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....