Hari Angkutan Nasional 2026, Mori: Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Transportasi
- 24 Apr 2026 07:50 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas transportasi massal di Indonesia
- Upaya efisiensi bahan bakar dinilai tidak akan efektif tanpa dukungan angkutan umum yang memadai
- Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi harus diimbangi dengan alternatif transportasi yang layak
- DPR menilai perlu peningkatan frekuensi dan kapasitas angkutan, bukan hanya kualitas
- Diperlukan transportasi yang nyaman, aman, dan mudah diakses agar masyarakat mau beralih
RRI.CO.ID, Mataram - Anggota Komisi V DPR RI, Fraksi Nasdem Haji Mori Hanafi, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sekaligus kuantitas transportasi massal di Indonesia. Menurutnya, upaya pemerintah dalam mendorong efisiensi bahan bakar tidak akan berjalan efektif tanpa didukung layanan angkutan umum yang memadai.
Hal tersebut disampaikan Mori dalam rangkaian peringatan Hari Angkutan Nasional 2026. Ia menilai, kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi perlu diimbangi dengan solusi konkret agar masyarakat memiliki alternatif transportasi yang layak.
“Percuma kita mendorong efisiensi bahan bakar atau membatasi penggunaan kendaraan pribadi, kalau angkutan umum kita masih jauh dari standar, baik dari sisi kualitas maupun ketersediaannya,” ujarnya, Jumat 24 April 2026 di Mataram.
| Baca juga: Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB |
Mori mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari tingginya biaya hidup hingga dampak dinamika global yang turut memengaruhi sektor transportasi. Kondisi tersebut membuat ketergantungan terhadap kendaraan pribadi masih tinggi.
Ia menjelaskan, meskipun sejumlah layanan transportasi umum telah menunjukkan peningkatan kualitas, jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat secara luas. Akibatnya, peralihan ke transportasi massal belum terjadi secara signifikan.
Lebih lanjut, Mori menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan saja tidak cukup. Pemerintah juga harus memperhatikan frekuensi dan kapasitas angkutan agar mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna.
“Kualitas harus ditingkatkan, tapi frekuensinya juga harus ditambah. Dari situ baru kita bisa mencapai angka ideal dalam menurunkan penggunaan kendaraan pribadi,” jelasnya.
Ia berharap, masyarakat akan beralih ke transportasi massal apabila layanan yang tersedia benar-benar nyaman, aman, dan mudah diakses. Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Ini PR besar kita bersama. Kita harus dukung agar transportasi massal benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....