Berdayakan Petani Porang NTB, Kemensos Gandeng Multipihak

  • 16 Apr 2026 20:36 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Kementerian Sosial RI
  • Petani Porang di NTB
  • Universitas Mataram (Unram)
  • PT Sanindo Pangan Rinjani

‎RRI.CO.ID, Mataram - Kementerian Sosial RI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Mataram (Unram) dan PT Sanindo Pangan Rinjani di Unram, Kamis, 16 April 2026. MoU ini dilakukan untuk memperluas program pemberdayaan petani porang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

‎Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Tujuannya, yaitu pemberdayaan yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir, termasuk aspek produksi, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen.

‎Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pembagian peran yang jelas antarpihak. “Bibit dari Kementerian Sosial, pelatihan dari CSR perusahaan, pendampingan dari perguruan tinggi, monitoring dan evaluasi dari pemerintah daerah, dan perusahaan sebagai off-taker,” jelasnya di Mataram.

‎Proyek ini menjadi model awal yang akan terus dikembangkan jika menunjukkan hasil positif. “Kalau nanti ini berhasil, Pak Gubernur akan melakukan perluasan dan duplikasi di beberapa titik. Ini semacam uji coba tahap awal,” katanya.

‎Aspek pemasaran turut menjadi perhatian utama dalam setiap program pemberdayaan. Sebelum melakukan pemberdayaan, para pihak memikirkan pembeli hasilnya. Lantaran keberadaan pembeli sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani.

‎“Pembelinya harus dijaga supaya harganya terjaga dan petani tidak dirugikan ketika panen. Apalagi porang ini membutuhkan waktu 3 sampai 4 tahun sebelum bisa dipanen,” ujarnya.

‎Ia juga membuka peluang keterlibatan lebih luas dari sektor swasta kedepan.

‎Rektor Universitas Mataram Prof. Sukardi menegaskan kesiapan Unram untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat. “Kampus tidak bisa hanya berada di menara gading. Kita harus hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial,” ujarnya.

‎Universitas Mataram siap mengerahkan sumber daya akademik untuk mendukung program tersebut seperti dukungan dosen dan tenaga akademik yang siap turun langsung melakukan pendampingan di masyarakat.

‎Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dua nota kesepahaman:

‎1. MoU antara Kementerian Sosial, Universitas Mataram, dan PT Sanindo Pangan Rinjani tentang pelaksanaan pemberdayaan sosial.

‎2. ⁠MoU antara Kementerian Sosial dan Universitas Mataram tentang sinergitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

‎Selain itu, Gus Ipul turut menyerahkan bibit porang kepada keluarga penerima manfaat (KPM) serta bantuan simbolis untuk mendukung pengembangan program pemberdayaan di daerah. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pemberdayaan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan mampu memutus rantai kemiskinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....