Perang Israel-Iran Berpotensi Naikan Harga BBM, Deni: Ketepatan Pemerintah di Uji

  • 05 Mar 2026 11:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Konflik antara Israel–Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Hal ini disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Insan Cendikia Mandiri, Deni Rizky, dalam wawancara bersama RRI.

Menurut Deni, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi dari kawasan Timur Tengah cukup besar. “Kurang lebih 25 persen impor minyak kita berasal dari Timur Tengah, sementara LPG sekitar 30 persen. Artinya, ini akan sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya. Kamis 5 Maret 2026.

Deni menegaskan, kenaikan harga energi akan berimbas langsung pada biaya logistik dan distribusi barang. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan BBM dan LPG meningkat.

“BBM naik, otomatis harga barang ikut naik. Biaya transportasi dan logistik akan terdampak, dan ini bisa memicu krisis harga di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, momentum mudik Idulfitri menjadi tantangan tersendiri. Kebutuhan bahan bakar untuk transportasi maupun gas rumah tangga akan melonjak, sementara pasokan masih bergantung pada impor.

“Pemerintah harus memastikan pasokan tetap terjaga. Jika tidak, masyarakat akan merasakan langsung dampaknya, baik saat mudik maupun dalam aktivitas sehari-hari,” kata Deni.

Lebih jauh, Deni menekankan pentingnya langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi energi. “Krisis energi bukan hanya soal harga, tapi juga soal daya beli masyarakat. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa meluas,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....