Berawal dari Ide Sederhana Mahasiswa, Begini Sejarah Nasi Geprek

  • 17 Jul 2026 18:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Nasi geprek kini menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia. Perpaduan nasi hangat, ayam goreng tepung yang digeprek bersama sambal, serta tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan membuat hidangan ini digemari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja.

Hidangan ini mudah ditemukan di berbagai daerah. Mulai dari warung kaki lima hingga restoran modern, nasi geprek hadir dengan beragam pilihan sambal dan aneka pelengkap yang disesuaikan dengan selera masyarakat.

Di balik popularitasnya, nasi geprek memiliki sejarah yang relatif baru dibandingkan kuliner Nusantara lainnya. Menurut Nibble.id, asal-usul ayam geprek bermula di Yogyakarta sekitar tahun 2003.

Sosok yang pertama kali memopulerkan hidangan tersebut adalah Ibu Ruminah, atau yang lebih dikenal sebagai Bu Rum. Ia merupakan pemilik Warung Ayam Geprek Bu Rum yang berada di kawasan Papringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelum ayam geprek dikenal luas, Bu Rum diketahui menjual beberapa menu rumahan, seperti lotek, soto, dan ayam goreng tepung. Menu-menu tersebut menjadi sajian utama yang ditawarkan kepada pelanggan setiap hari.

Suatu ketika, seorang mahasiswa asal Kudus datang ke warung tersebut dan memesan ayam goreng tepung dengan permintaan yang tidak biasa. Ia meminta agar ayam goreng dicampur dengan sambal lalu diulek hingga hancur agar lebih mudah disantap.

Permintaan sederhana itu kemudian dicoba oleh Bu Rum. Hasilnya, ayam goreng yang digeprek bersama sambal menghasilkan cita rasa yang berbeda dan lebih meresap sehingga menarik perhatian pelanggan lainnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, pelanggan lain mulai memesan menu yang sama. Dari situlah ayam geprek perlahan menjadi menu andalan di warung Bu Rum dan semakin dikenal oleh masyarakat sekitar.

Pada awal kemunculannya, hidangan tersebut sempat dikenal dengan beberapa nama, seperti ayam ulek maupun ayam gejrot. Namun, Bu Rum kemudian memilih menggunakan nama ayam geprek karena dianggap lebih mudah diingat.

Istilah "geprek" berasal dari bahasa Jawa yang berarti dipukul atau dilumatkan. Nama tersebut menggambarkan proses penyajian ayam yang dihancurkan menggunakan cobek bersama sambal hingga bumbu tercampur merata.

Seiring berjalannya waktu, popularitas ayam geprek terus meningkat. Menu ini tidak hanya dikenal di Yogyakarta, tetapi juga mulai menyebar ke berbagai kota di Indonesia.

Menurut Nibble.id, ayam geprek semakin populer secara luas di luar Yogyakarta sekitar tahun 2017. Sejak saat itu, banyak pelaku usaha kuliner menghadirkan menu serupa dengan ciri khas masing-masing.

Berbagai inovasi kemudian bermunculan, mulai dari tambahan keju mozzarella, aneka jenis sambal, hingga pilihan tingkat kepedasan. Saat dipadukan dengan nasi putih hangat, masyarakat pun lebih akrab menyebutnya sebagai nasi geprek.

Hingga kini, nasi geprek telah menjadi salah satu ikon kuliner modern Indonesia. Berawal dari permintaan sederhana seorang mahasiswa di sebuah warung makan di Yogyakarta, hidangan ini berkembang menjadi menu favorit yang dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....