Nasi Uduk, Warisan Kuliner Betawi yang Lahir dari Perpaduan Budaya

  • 03 Jun 2026 11:59 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Aroma santan yang gurih berpadu dengan wangi serai dan daun salam membuat nasi uduk menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia. Makanan yang identik dengan sarapan ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Namun, di balik kelezatannya, nasi uduk menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan pertemuan berbagai budaya di Nusantara.

Menurut buku Makanan Khas Betawi karya Lilly T. Erwin (2018), nasi uduk merupakan kuliner khas Betawi yang lahir dari percampuran budaya Melayu dan Jawa yang berkembang di Batavia pada masa lalu. Hidangan ini kemudian menjadi salah satu ikon kuliner masyarakat Betawi yang masih bertahan hingga sekarang.

Sejarahnya berawal dari hubungan perdagangan dan migrasi yang terjadi antara wilayah Melayu dan Batavia. Masyarakat Melayu membawa tradisi memasak nasi dengan santan yang dikenal sebagai nasi lemak.

Di sisi lain, masyarakat Jawa juga memiliki hidangan serupa yang disebut sega gurih. Pertemuan dua tradisi kuliner tersebut kemudian melahirkan nasi uduk yang memiliki cita rasa khas dan berbeda dari keduanya.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa nasi uduk dibuat dengan cara memasak beras menggunakan santan serta berbagai rempah seperti serai, kayu manis, dan daun salam. Teknik memasak ini menghasilkan nasi yang lebih gurih dan harum dibandingkan nasi putih biasa.

Seiring waktu, nasi uduk disajikan bersama aneka lauk seperti ayam goreng, telur, tempe orek, bihun goreng, sambal, hingga kerupuk.

Selain dikenal sebagai makanan sehari-hari, nasi uduk juga memiliki nilai budaya yang kuat. Dalam tradisi masyarakat Betawi, hidangan ini sering hadir dalam berbagai acara keluarga maupun kegiatan sosial. Popularitasnya terus berkembang hingga dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dengan variasi lauk yang beragam.

Pengamat kuliner menilai keberadaan nasi uduk menjadi bukti bahwa makanan dapat menjadi saksi perjalanan sejarah suatu daerah. Dari hasil akulturasi budaya Melayu dan Jawa di Batavia, lahirlah hidangan sederhana yang kini menjadi salah satu simbol kuliner Indonesia.

Gurihnya santan yang meresap ke dalam setiap butir nasi seakan menyimpan cerita panjang tentang pertemuan budaya yang membentuk identitas kuliner Nusantara.

Hingga saat ini, nasi uduk tetap menjadi pilihan banyak orang untuk mengawali hari. Di balik sepiring nasi uduk yang hangat, tersimpan warisan sejarah yang menunjukkan bagaimana keberagaman budaya dapat melahirkan cita rasa yang dicintai lintas generasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....