Manis dan Legendaris, Kue Perut Ayam Tetap Jadi Primadona Pecinta Jajanan Pasar
- 14 Jul 2026 11:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah gempuran tren kuliner modern yang terus berganti setiap harinya, eksistensi jajanan pasar tradisional Indonesia seolah tak pernah pudar. Salah satu yang kini kembali banyak dicari oleh para pemburu kuliner lawas adalah kue perut ayam.
Kue tradisional bertekstur empuk dengan cita rasa manis yang khas ini terbukti masih memiliki tempat spesial di hati masyarakat lintas generasi.
Bagi sebagian orang, nama jajanan ini mungkin terdengar sedikit ekstrem dan tidak biasa di telinga. Namun, jangan salah sangka terlebih dahulu karena kue ini sama sekali tidak menggunakan organ dalam unggas sebagai bahan bakunya.
Penamaan unik tersebut murni diambil dari bentuk fisiknya yang melingkar-lingkar tidak beraturan, menyerupai bentuk usus atau perut ayam saat digoreng di atas wajan. Secara tampilan, kue perut ayam sekilas memiliki kemiripan dengan donat atau churros, tetapi dengan kearifan lokal yang sangat kental.
Jajanan ini dibuat dari adonan sederhana yang terdiri dari tepung terigu, telur, gula pasir, serta air kelapa atau ragi sebagai pengembangnya. Keunikan lain dari kue ini terletak pada proses pembuatannya, di mana adonan yang cenderung cair harus dituangkan ke dalam minyak panas dengan gerakan memutar menggunakan cetakan khusus atau plastik segitiga.
Saat digigit, kue perut ayam menyajikan perpaduan tekstur yang sangat memanjakan lidah para penikmatnya. Bagian luarnya terasa sedikit renyah atau crispy, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan berserat, mirip dengan tekstur kue apem.
Rasa manis yang pas dan tidak berlebihan membuat kue tradisional yang satu ini sangat cocok dijadikan teman setia untuk menemani momen bersantai.
Menurut Yani, salah seorang pedagang jajanan pasar di pusat Kota surabayat, kue perut ayam kini justru semakin dicari karena memicu efek nostalgia.
"Banyak pembeli dewasa yang sengaja memborong kue ini untuk sekadar bernostalgia mengingat masa kecil mereka dulu. " ujarnya.
Meskipun saat ini keberadaannya tidak semudah menemukan gorengan biasa, kue perut ayam masih setia bertahan di lapak-lapak pasar tradisional tertentu. Menariknya lagi, harga yang ditawarkan untuk satu buah kue legendaris ini terbilang sangat ramah di kantong, biasanya berkisar antara Rp2.000 saja.
Harga yang ekonomis ini menjadikannya camilan yang merakyat dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Menikmati sepotong kue perut ayam paling pas rasanya jika disandingkan dengan secangkir kopi hitam tanpa gula atau teh hangat di sore hari. Kehadiran jajanan seperti kue perut ayam ini menjadi pengingat penting akan kayanya warisan kuliner Nusantara yang patut terus dijaga kelestariannya.
Di tengah gempuran makanan kekinian, kue perut ayam membuktikan bahwa rasa klasik yang otentik akan selalu menemukan jalan untuk bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....