Filosofi di Balik Manisnya Kue Putri Mandi, Kuliner Tradisional Khas Bugis
- 10 Jun 2026 07:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya– Di tengah gempuran kuliner modern dan pastry kekinian, eksistensi kue tradisional Indonesia tetap memiliki tempat spesial di hati para pencinta kuliner. Salah satu jajanan pasar yang tak pernah gagal mencuri perhatian, baik karena visualnya yang cantik maupun rasanya yang legi, adalah Kue Putri Mandi.
Kue basah tradisional yang berasal dari budaya masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan ini, tidak hanya menawarkan kelezatan di setiap gigitan, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam. Secara tampilan, kue putri mandi memiliki karakteristik yang sangat unik. Kue ini umumnya berbentuk bulat atau menyerupai kelopak bunga berwarna-warni seperti hijau pandan yang cerah lalu disajikan di dalam wadah dan disiram dengan kuah santan kental berwarna putih.
Perpaduan inilah yang membuatnya terlihat seolah-olah "sang putri" sedang mandi di dalam kolam susu. Kue putri mandi terbuat dari bahan-bahan yang sederhana namun menghasilkan harmoni rasa yang luar biasa: Adonan Kulit: Menggunakan tepung ketan yang menghasilkan tekstur kenyal dan lembut.
Isian (Unti): Berupa parutan kelapa muda yang dimasak dengan gula merah, memberikan kejutan rasa manis yang legit di bagian dalam. Kuah Siraman: Santan kental gurih dengan sedikit garam dan daun pandan yang melengkapi rasa manis dari isian kue.
Saat disantap, perpaduan antara kenyalnya kulit ketan, manisnya unti kelapa, dan gurihnya kuah santan langsung meleleh di mulut. Bagi masyarakat Bugis, kuliner tradisional bukan sekadar pengganjal perut, melainkan media penyampai pesan leluhur. Nama "Putri Mandi" sendiri mencerminkan keanggunan, kesucian, dan kecantikan seorang perempuan.
Bentuknya yang cantik dan kuah santannya yang bersih melambangkan harapan akan kesucian hati dan perilaku. Sementara itu, perpaduan rasa manis dan gurih di dalamnya menjadi simbol keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dan rumah tangga. Karena filosofinya yang indah ini, kue putri mandi sering kali hadir dalam berbagai acara adat, hantaran pernikahan, hingga momen kumpul keluarga.
Kini, kue putri mandi telah banyak dimodifikasi secara visual untuk menarik generasi muda. Penampilannya sering kali dikemas lebih higienis dan modern menggunakan wadah mika kecil ataupun mangkuk gold mini yang estetik, tanpa menghilangkan resep otentik warisan leluhur.
Menjaga kelestarian kue putri mandi adalah langkah nyata dalam merawat kekayaan budaya nusantara. Jadi, jika Anda mencari takjil atau teman minum teh di sore hari, kue putri mandi khas Bugis ini bisa menjadi pilihan sempurna untuk memanjakan lidah sekaligus bernostalgia dengan rasa lokal yang autentik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....