Pembuatan Nasi Goreng di Minangkabau Berakar dari Tradisi Kuliner Tiongkok
- 06 Jul 2026 10:46 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pembuatan nasi goreng di Minangkabau berakar dari tradisi kuliner Tiongkok yang dibawa oleh pedagang perantau semenjak abad ke 10. Masyarakat Minang kemudian mengadaptasi teknik ini dengan menambahakan rempah lokal, cabai, dan bumbu khas masakan Padang untuk menciptakan citarasa yang kaya, pedas dan otentik.
Nasi goreng dikenal sebagai chaufan di Tiongkok yang bermula pada msa Dinasti Sui di Tiongkok. Hidangan ini diciptakan karena kebiasaan masyarakat Tionghoa yang tidak menyukai makanan dingin dan patangan untuk membuang sisa nasi. Awalnya sajian ini merupakan alternatif sarapan atau cara praktis untuk mengolah sisa nasi di setiap rumah tangga.
Dimana ciri khas nasi goreng Padang atau Minang dibedakan oelh penggunaan cabai merah giling (bukan irisan cabai rawit) dan bumbu halus yang kaya seperti bawang merah, bawang putih dan ebi. Penyajian nasi goreng pun sangat identik dengan pelengkap berupa kerupuk merah dan telur dadar atau telur mata sapi.
Nasi goreng diperkirakan sudah ditemukan sejak ribuan tahunlalu tepatnya sekitar 4.000 SM di Tiongkok.
| Baca juga: Belut Balado Goreng yang Garing, dan Renyah |
Nasi goreng dengan asal usulnya yang sederhana di Tiongkok, lebih dari sekedar hidangan ini adalah kisah adaptasi kuliner dan perpaduan budaya. Hidangan ini secara tradisional dibuat dengan menumis nasi yang sudah di masak sebelumnya bersama sayuran, daging, dan bumbu yang memungkinkan proses memasakyang cepat.
Jadi nasi goreng adalah salah satu hidangan khas Indonesia dan Asia yang lezat dan prkatis. Makanan ini tidak hanya populer dan kaya akan energi dari karbohidrat, tetapi juga memiliki nilai historis sebagai solusi kreatif masyarakat Tiongkok zaman dahulu untuk memanfaatkan nasi sisa agar tidak terbuang. (ELB/YPA)
Sumber berita : https://www.detik.com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....