Bolu Ikan, Legendaris Minangkabau Tetap Bertahan sejak 1965
- 07 Jun 2026 20:36 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam – Di tengah gempuran berbagai kuliner modern, Bolu Ikan khas Minangkabau masih tetap bertahan sebagai salah satu warisan kuliner tradisional yang digemari masyarakat. Kue legendaris ini berasal dari kawasan Lukok, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, yang berada tidak jauh dari Kota Bukittinggi.
Sesuai namanya, Bolu Ikan dicetak menggunakan loyang kuningan berbentuk ikan yang menjadi ciri khas sekaligus identitas unik kudapan tradisional tersebut. Resep pembuatannya diwariskan secara turun-temurun dan terus dipertahankan sejak tahun 1965.
Bolu Ikan dikenal memiliki tekstur yang khas, yakni renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Proses pemanggangan hingga kering membuat kue ini sangat cocok dinikmati sebagai teman minum teh maupun kopi.
Selain varian original yang menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih dari telur, kini Bolu Ikan juga hadir dalam berbagai pilihan rasa, seperti pandan dan gula aren. Inovasi tersebut dilakukan tanpa menghilangkan cita rasa tradisional yang menjadi daya tarik utama kudapan khas Minangkabau ini.
Keunggulan lain dari Bolu Ikan adalah penggunaan bahan-bahan alami dalam proses pembuatannya. Tepung, telur, dan gula menjadi bahan utama yang digunakan tanpa tambahan bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.
Sebagai salah satu kuliner warisan urang awak, Bolu Ikan tidak hanya menjadi camilan favorit masyarakat lokal, tetapi juga kerap diburu wisatawan sebagai oleh-oleh khas dari Sumatera Barat. Aroma khas yang menggugah selera serta teksturnya yang padat menjadikan kue ini memiliki penggemar tersendiri.
Di kawasan Banuhampu, jejak produksi Bolu Ikan tradisional masih dapat ditemukan, terutama di sekitar wilayah Kubang Putiah. Keberadaan para perajin yang tetap mempertahankan cara pembuatan tradisional menjadi bukti bahwa kuliner khas Minangkabau ini terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Bolu Ikan tidak sekadar makanan ringan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan warisan kuliner Minangkabau yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang. (ER/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....