Seimbangkan Konsumsi Garam Demi Cegah Penyakit Tidak Menular

  • 17 Jul 2026 18:23 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Kemenkes mengajak masyarakat untuk mulai menyeimbangkan konsumsi garam dalam kehidupan sehari-hari karena konsumsi garam yang berlebihan maupun terlalu sedikit sama-sama dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Keseimbangan asupan natrium menjadi salah satu kunci menjaga fungsi tubuh tetap optimal sekaligus mencegah berbagai penyakit tidak menular.

Tubuh manusia memerlukan natrium yang berasal dari garam untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi saraf serta otot. Namun, mengurangi konsumsi garam secara berlebihan juga bukan pilihan yang tepat. Kekurangan natrium dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dalam sel, memicu dehidrasi, serta menurunkan nafsu makan sehingga berdampak pada kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Di sisi lain, konsumsi garam yang melebihi kebutuhan harian dapat meningkatkan kadar natrium di dalam tubuh. Kondisi ini mengganggu keseimbangan cairan sehingga pembuluh darah menjadi lebih sempit dan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Akibatnya, tekanan darah meningkat dan risiko hipertensi menjadi lebih besar.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang menjadi salah satu faktor utama penyebab berbagai penyakit serius, seperti stroke, penyakit jantung, hingga penyakit ginjal kronis dan sebagian besar kasus penyakit kardiovaskular berkaitan erat dengan hipertensi yang dipicu oleh pola konsumsi garam yang tidak terkendali.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat dianjurkan mengonsumsi garam sesuai kebutuhan harian. Kemenkes menetapkan batas konsumsi garam maksimal sekitar 5 gram atau setara satu sendok teh per hari. Batas tersebut sudah mencakup garam yang berasal dari makanan olahan, bumbu penyedap, maupun makanan siap saji yang sering dikonsumsi masyarakat.

Selain membatasi penggunaan garam saat memasak, masyarakat juga disarankan membiasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan. Langkah ini penting agar asupan natrium harian tetap terkontrol. Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan memperbanyak konsumsi makanan segar seperti sayur serta buah juga menjadi bagian dari penerapan pola makan bergizi seimbang.

Kemenkes berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan konsumsi garam setiap hari. Dengan menerapkan pola makan sehat dan mengendalikan asupan natrium, risiko hipertensi, stroke, penyakit jantung, serta gangguan ginjal dapat ditekan. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.(Sumber.Kemenkes)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....