Membatasi Konsumsi Junk Food Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Tubuh

  • 21 Mei 2026 15:10 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi junk food atau makanan cepat saji karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Pola makan tidak sehat yang dilakukan secara terus-menerus berisiko memicu berbagai penyakit tidak menular.

Junk food umumnya mengandung kadar gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, namun rendah serat dan nutrisi penting bagi tubuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Kemenkes menyebut kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dapat memicu penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung. Risiko tersebut semakin besar jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan pola hidup sehat.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, konsumsi junk food berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan pola makan tidak sehat dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko stres, gangguan suasana hati, dan menurunnya konsentrasi.

Masyarakat dianjurkan mulai menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein sehat, dan air putih. Kemenkes juga mengimbau masyarakat membiasakan membaca kandungan gizi pada kemasan makanan sebelum dikonsumsi.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, masyarakat disarankan mengurangi makanan yang digoreng, tinggi gula, dan minuman bersoda. Memasak makanan sendiri di rumah dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk mengontrol asupan nutrisi harian.

Kemenkes berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga pola makan sehat sejak dini. Dengan membatasi konsumsi junk food dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko berbagai penyakit dapat ditekan serta kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik. (Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....