Mengenal Gejala Gangguan Prostat yang Sering Mengintai Pria

  • 17 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Gangguan prostat menjadi salah satu ancaman kesehatan yang paling sering dikeluhkan oleh kaum pria seiring bertambahnya usia. Masalah medis ini berpusat pada kelenjar kecil di bawah kandung kemih yang berfungsi memproduksi cairan semen.

Dalam Dialog Spesial Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa (30/6/2026), Dokter Umum Klinik Tanjung, dr. Choirul Mufied, menjelaskan bahwa kelenjar prostat secara alami akan mengalami pembesaran akibat perubahan hormonal. Kondisi yang paling umum ditemukan pada pria paruh baya adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak yang lambat laun dapat menyumbat saluran kemih.

"Sebagian besar kasus yang kita temui merupakan pembesaran prostat jinak atau BPH, bukan langsung kanker, tetapi tetap harus diwaspadai karena bisa mengganggu saluran kemih," jelas dr. Choirul.

Menurutnya, gejala utama yang perlu diwaspadai adalah gangguan saat berkemih. Penderita umumnya mengalami aliran urine yang melemah, sulit memulai buang air kecil, hingga lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia).

Jika tidak ditangani dengan tepat, pembesaran prostat jinak dapat memicu komplikasi yang lebih serius pada sistem saluran kemih, mulai dari infeksi saluran kemih, retensi urine, hingga meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal. dr. Choirul menilai kesadaran masyarakat, khususnya pria berusia di atas 50 tahun, masih tergolong rendah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan prostat. Banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika keluhan sudah cukup berat.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dini dapat dilakukan melalui metode Digital Rectal Examination (DRE), serta pemeriksaan darah untuk mengukur kadar Prostate-Specific Antigen (PSA). Pemeriksaan tersebut membantu tenaga medis membedakan pembesaran prostat jinak dengan kemungkinan kanker prostat.

Ia berharap edukasi mengenai kesehatan prostat terus ditingkatkan agar masyarakat tidak lagi merasa tabu memeriksakan kesehatan reproduksi dan saluran kemih. Menurutnya, deteksi dini merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup pria di usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....