Sendawa Berlebihan Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Gejalanya
- 17 Jul 2026 16:07 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Bersendawa merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari sistem pencernaan. Kondisi ini terjadi ketika udara dari lambung naik kembali melalui kerongkongan hingga keluar lewat mulut.
Dalam kondisi normal, seseorang dapat bersendawa hingga sekitar 30 kali dalam sehari. Namun, jika sendawa terjadi terlalu sering hingga mengganggu aktivitas atau kualitas hidup, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele.
Selain dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, sering bersendawa juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang memerlukan penanganan medis. Menurut thesun, beberapa penyebab yang paling umum adalah makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, menelan terlalu banyak udara (aerofagia), mengonsumsi minuman bersoda, atau makan dalam porsi yang terlalu besar.
Selain itu, sejumlah sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol, bawang, dan asparagus juga dapat memicu produksi gas lebih banyak selama proses pencernaan sehingga meningkatkan frekuensi sendawa. Di sisi lain, sering bersendawa juga dapat berkaitan dengan kondisi medis seperti refluks asam lambung (GERD), gastritis, sindrom iritasi usus besar (IBS), hingga pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil atau Small Intestinal Bacterial Overgrowth (SIBO).
| Baca juga: Uban Muncul di Usia Muda, Ini Penyebabnya |
Kondisi-kondisi tersebut umumnya disertai gejala lain seperti nyeri perut, kembung, mual, diare, sembelit, atau gangguan pencernaan. Dalam kasus yang lebih jarang, sendawa berlebihan juga dapat menjadi salah satu gejala kanker lambung, dengan tanda-tanda yang dapat berupa mulas berkepanjangan, sulit menelan, cepat kenyang saat makan, penurunan berat badan tanpa sebab, kehilangan nafsu makan, hingga muncul benjolan atau nyeri di bagian atas perut.
Para ahli mengingatkan masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila sendawa disertai gejala yang menetap, semakin sering, atau diikuti penurunan berat badan, muntah, kesulitan menelan, maupun nyeri perut yang tidak kunjung membaik. Deteksi dini sangat penting agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak awal. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....