Collagen Drink Makin Populer, Benarkah Bisa Membuat Kulit Awet Muda?

  • 15 Jul 2026 15:17 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kolagen merupakan protein paling melimpah di dalam tubuh manusia dan berfungsi sebagai penyusun utama kulit, tulang, otot, tendon, serta ligamen. Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 25 tahun, produksi kolagen alami mulai menurun sehingga kulit kehilangan elastisitas, menjadi lebih kering, dan kerutan mulai muncul.

Kondisi tersebut membuat suplemen kolagen, khususnya kolagen hidrolisat (hydrolyzed collagen), semakin diminati masyarakat. Produk ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk, minuman siap konsumsi, hingga kapsul.

Sejumlah penelitian ilmiah memang menemukan adanya manfaat konsumsi kolagen terhadap kesehatan kulit. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang dipublikasikan di jurnal Nutrients menganalisis 26 uji klinis acak (randomized controlled trials) yang melibatkan 1.721 peserta. Hasilnya menunjukkan konsumsi kolagen hidrolisat secara rutin mampu meningkatkan hidrasi kulit dan elastisitas dibandingkan kelompok plasebo. Efek tersebut umumnya mulai terlihat setelah konsumsi selama 8 hingga 12 minggu.

Temuan serupa juga dilaporkan dalam meta-analisis lain yang mengulas 14 penelitian terhadap 967 peserta. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi kolagen selama sekitar 12 minggu dapat membantu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit sehingga tanda-tanda penuaan tampak berkurang.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa manfaat tersebut bersifat terbatas. Kolagen tidak dapat menghilangkan keriput secara instan ataupun menghentikan proses penuaan alami. Efektivitasnya juga dipengaruhi oleh usia, pola makan, gaya hidup, paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, hingga kualitas produk yang dikonsumsi.

Selain itu, penelitian terbaru juga mengingatkan bahwa kualitas bukti ilmiah masih perlu diperkuat. Beberapa studi dengan metodologi yang lebih ketat menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten, sehingga masih dibutuhkan penelitian berskala besar dan independen untuk memastikan besarnya manfaat kolagen terhadap kesehatan kulit.

Para ahli menyarankan masyarakat tidak hanya mengandalkan suplemen kolagen apabila ingin menjaga kesehatan kulit. Pola hidup sehat tetap menjadi faktor utama, seperti mengonsumsi makanan tinggi protein, vitamin C, buah dan sayuran, tidur yang cukup, rutin menggunakan tabir surya, menghindari rokok, serta menjaga hidrasi tubuh.

Vitamin C diketahui berperan penting dalam proses pembentukan kolagen alami di dalam tubuh. Karena itu, mengonsumsi makanan seperti jeruk, kiwi, stroberi, paprika, dan brokoli juga membantu mendukung produksi kolagen secara alami.

Suplemen kolagen umumnya dinilai aman bagi orang sehat bila dikonsumsi sesuai anjuran. Namun, individu yang memiliki alergi terhadap bahan baku tertentu, seperti ikan atau sapi, maupun penderita kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Kesimpulannya, minuman kolagen memang memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat dalam membantu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit apabila dikonsumsi secara rutin selama beberapa minggu. Namun, manfaat tersebut bukan berarti mampu membuat seseorang awet muda secara instan. Perawatan kulit yang optimal tetap memerlukan kombinasi antara pola hidup sehat, perlindungan dari paparan sinar matahari, nutrisi seimbang, serta perawatan kulit yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....