Gut Health Jadi Sorotan, Ini Hubungan Kesehatan Usus dan Kulit
- 15 Jul 2026 15:17 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kulit kusam, jerawat yang tak kunjung reda, hingga eksim ternyata tidak selalu berawal dari produk perawatan kulit yang digunakan. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan, kondisi usus atau gut health memiliki hubungan erat dengan kesehatan kulit melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-skin axis.
Konsep gut-skin axis menjelaskan adanya komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan kulit melalui sistem imun, metabolisme, hormon, hingga mikrobiota atau kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam usus. Ketika keseimbangan mikrobiota terganggu atau terjadi disbiosis, tubuh dapat mengalami peningkatan peradangan yang kemudian memengaruhi kondisi kulit.
Sejumlah studi menemukan bahwa gangguan keseimbangan bakteri usus berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kulit, seperti jerawat, dermatitis atopik (eksim), rosacea, hingga psoriasis. Meski demikian, para peneliti menegaskan hubungan tersebut masih terus dipelajari untuk mengetahui mekanisme biologisnya secara lebih mendalam.
Para ahli menjelaskan, usus merupakan salah satu organ yang memiliki peran besar dalam sistem kekebalan tubuh. Saat lapisan usus mengalami gangguan akibat pola makan tinggi gula, makanan ultra-proses, stres berkepanjangan, kurang tidur, atau penggunaan antibiotik yang tidak tepat, keseimbangan mikrobiota dapat berubah. Kondisi tersebut berpotensi memicu respons inflamasi yang kemudian berdampak pada kulit.
Sebaliknya, menjaga kesehatan usus dinilai dapat membantu mempertahankan fungsi pelindung kulit. Pola makan tinggi serat dari buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta konsumsi makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, dan tempe dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Serat juga difermentasi oleh mikrobiota menjadi short-chain fatty acids (SCFA) yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem imun dan mengurangi peradangan.
Selain itu, gaya hidup sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga gut health. Tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan makanan olahan dinilai membantu mempertahankan keseimbangan mikrobiota usus. Langkah tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan pencernaan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit secara keseluruhan.
Meski tren konsumsi probiotik semakin populer, para peneliti mengingatkan bahwa suplemen probiotik belum dapat dianggap sebagai solusi utama untuk semua masalah kulit. Efektivitasnya bergantung pada jenis bakteri, dosis, serta kondisi masing-masing individu. Karena itu, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan tetap diperlukan, terutama bagi penderita penyakit kulit kronis.
Penelitian mengenai gut-skin axis terus berkembang dan membuka peluang pendekatan baru dalam penanganan penyakit kulit. Namun, para ahli menekankan bahwa perawatan kulit dari luar tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi, gaya hidup sehat, serta menjaga kesehatan usus sebagai bagian dari upaya merawat kulit secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....