Mengapa Orang Zaman Sekarang Gampang Stres?
- 14 Jul 2026 13:48 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Mengapa Orang Zaman Sekarang Gampang Stres?
RRI.CO.ID, Jakarta: Fenomena meningkatnya tingkat stres di tengah masyarakat menjadi pembahasan menarik dalam Program Kabar Jakarta Pro4 RRI Jakarta bersama Host Mpok Nova dan Bang Arief. Mengangkat tema "Mengapa Orang Zaman Sekarang Gampang Stres?", program ini mendapat respons antusias dari para pendengar yang menyampaikan pengalaman dan pandangannya melalui sambungan telepon maupun WhatsApp.
Berbagai latar belakang kehidupan melahirkan alasan yang berbeda-beda mengenai penyebab stres. Sebagian besar pendengar mengaku tekanan ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi mental mereka, sementara yang lain menilai cara berpikir dan kedekatan dengan Tuhan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Wardi, pendengar dari Pontianak, mengungkapkan bahwa dirinya merasa stres ketika tidak memiliki pekerjaan atau tidak mendapatkan panggilan untuk tampil bernyanyi di berbagai acara. Menurutnya, ketidakpastian pekerjaan membuat beban pikiran semakin besar karena berpengaruh langsung terhadap penghasilan dan kebutuhan sehari-hari.
Hal serupa disampaikan Hasan dari Jasinga, Kabupaten Bogor. Ia mengaku tengah memikirkan biaya pendidikan anak yang memasuki tahun ajaran baru. Kebutuhan membeli perlengkapan sekolah hingga biaya lainnya menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, Bu Riatin dari Bandulan, Malang, memandang stres dari sisi spiritual. Menurutnya, seseorang akan lebih mudah mengalami stres ketika hatinya jauh dari nilai-nilai keimanan. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak rasa syukur, meningkatkan ibadah, serta bertawakal dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hati menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Pandangan berbeda disampaikan Pak Endang dari Ciapenjo. Ia mengaku hampir tidak pernah mengalami stres karena selalu menjalani hidup dengan sederhana dan apa adanya. Baginya, tidak memiliki keinginan yang berlebihan menjadi salah satu cara menjaga ketenangan batin.
| Baca juga: Overthinking Meningkat saat Kesepian? |
Di sisi lain, Uni Linda dari Kedoya mengaku tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok menjadi penyebab utama dirinya mudah merasa stres. Menurutnya, meningkatnya biaya hidup membuat masyarakat harus bekerja lebih keras agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Pendengar lainnya, Haris dari Kali Anyar, Jakarta Barat, menilai stres merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Namun, menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana setiap orang mampu menyikapi setiap masalah dengan bijak agar tidak larut dalam tekanan.
Senada dengan pendengar lainnya, Budi dari Cilebut, Bogor, menilai kondisi ekonomi saat ini menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya stres masyarakat. Selain kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar, ia juga menyoroti pengaruh media sosial yang kerap membuat seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain sehingga menambah beban psikologis.
Melalui beragam cerita tersebut, Program Kabar Jakarta Pro4 RRI Jakarta menunjukkan bahwa penyebab stres setiap orang berbeda-beda, mulai dari persoalan ekonomi, pekerjaan, pendidikan anak, hingga faktor spiritual dan pengaruh media sosial. Diskusi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental tidak hanya membutuhkan dukungan lingkungan, tetapi juga pola pikir yang positif, rasa syukur, kemampuan mengelola tekanan hidup, serta semangat untuk saling menguatkan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....