Hipertensi Mulai Mengintai Anak Muda Indonesia
- 14 Jul 2026 05:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada kelompok usia lanjut. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, penyakit ini juga mulai mengancam kelompok usia muda di Indonesia.
Dilansir dari badankebijakan.kemkes.go.id Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 10,7 persen pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4 persen pada kelompok usia 25–34 tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hipertensi dikenal sebagai silent killer atau penyakit yang dapat berkembang tanpa gejala jelas, tetapi berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak dini.
Sementara itu, berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18–24 tahun tercatat sebesar 0,4 persen dan kelompok usia 25–34 tahun sebesar 1,8 persen.
Perbedaan angka antara hasil diagnosis dokter dan pengukuran tekanan darah menunjukkan masih banyak masyarakat usia muda yang belum mengetahui kondisi kesehatannya. Sebagian penderita hipertensi tidak menyadari tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal.
Gaya Hidup Jadi Faktor Risiko
Peningkatan kasus hipertensi pada usia muda tidak lepas dari perubahan gaya hidup. Pola makan tinggi garam dan lemak, rendah konsumsi serat, kurang aktivitas fisik, stres akibat pekerjaan maupun pendidikan, serta kebiasaan merokok menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga gangguan penglihatan. Meski dampaknya sering tidak dirasakan secara langsung, kerusakan organ akibat hipertensi dapat terjadi secara perlahan dan berpengaruh terhadap kualitas hidup di masa depan.
Pemeriksaan Dini Jadi Langkah Pencegahan
Kementerian Kesehatan terus mendorong upaya pencegahan melalui program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG). Program tersebut mencakup skrining kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, edukasi melalui berbagai media, serta pelibatan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat.
Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan mencegah risiko komplikasi akibat hipertensi. Masyarakat, khususnya kelompok usia muda, juga diimbau menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, serta menghindari rokok dan konsumsi alkohol.
Menjaga kesehatan generasi muda dari ancaman hipertensi menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Kondisi kesehatan yang baik akan membantu anak muda tetap produktif dan mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....