Plasenta di Bawah Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Kenali Risikonya Sebelum Terlambat
- 13 Jul 2026 13:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Plasenta previa atau kondisi plasenta yang berada di bagian bawah rahim merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang perlu mendapat perhatian serius. Pada kondisi ini, plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sehingga berpotensi menimbulkan perdarahan, terutama saat usia kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga.
Pada awal kehamilan, letak plasenta yang rendah sebenarnya cukup umum terjadi. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim akan membesar sehingga pada banyak kasus posisi plasenta dapat bergeser menjauh dari leher rahim. Namun, jika hingga mendekati waktu persalinan plasenta masih berada di bawah, ibu hamil memerlukan pemantauan lebih intensif dari tenaga kesehatan.
Plasenta previa dapat dialami oleh siapa saja. Meski demikian, risikonya cenderung lebih tinggi pada ibu yang pernah menjalani operasi caesar, memiliki riwayat operasi pada rahim, mengandung bayi kembar, berusia di atas 35 tahun, atau pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya. Meski begitu, kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu hamil tanpa faktor risiko yang jelas.
Gejala yang paling sering muncul adalah perdarahan dari vagina berwarna merah terang tanpa disertai rasa nyeri. Perdarahan dapat terjadi secara tiba-tiba dan jumlahnya bervariasi, mulai dari sedikit hingga banyak. Apabila ibu hamil mengalami kondisi tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan karena perdarahan saat hamil tidak boleh dianggap sebagai hal yang normal.
Penanganan plasenta previa akan disesuaikan dengan usia kehamilan, kondisi ibu, kondisi janin, serta tingkat perdarahan yang terjadi. Dokter dapat menyarankan istirahat, membatasi aktivitas tertentu, melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala, hingga merencanakan persalinan melalui operasi caesar apabila plasenta tetap menutupi jalan lahir menjelang persalinan.
Menjaga kesehatan selama kehamilan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi. Ibu hamil dianjurkan rutin melakukan pemeriksaan antenatal, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami perdarahan, nyeri hebat, atau penurunan gerakan janin. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang ibu dan bayi menjalani kehamilan serta persalinan dengan aman akan semakin besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....