Nutrisi Kaya Omega-3 dan Antioksidan Penting untuk Penderita Alzheimer

  • 05 Jul 2026 17:40 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Nutrisi yang kaya akan omega-3 dan antioksidan berperan penting dalam melindungi sel-sel otak serta membantu menjaga berat badan penderita Alzheimer. Mengutip laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id pola makan yang sehat dapat menjadi salah satu upaya untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif sekaligus menurunkan risiko perkembangan penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang bersifat progresif dan tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif dan fungsional, gangguan daya ingat, penurunan kemampuan berbahasa, munculnya gejala neuropsikiatri, hingga berisiko menyebabkan kematian dini. Secara biokimia, Alzheimer ditandai dengan penumpukan peptida amiloid-beta dan terbentuknya kekusutan protein neurofibriler di dalam otak.

Saat ini, demensia diperkirakan memengaruhi sekitar 25 juta orang di seluruh dunia. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 115 juta orang pada tahun 2050 seiring bertambahnya angka harapan hidup.

Gaya hidup terutama pola makan, memiliki hubungan erat dengan munculnya dan perkembangan penyakit Alzheimer. Intervensi nutrisi yang tepat dinilai mampu membantu menunda penurunan fungsi otak.

Pola makan sehat yang dianjurkan meliputi konsumsi protein nabati, probiotik, kacang-kacangan, serta sumber asam lemak tak jenuh ganda omega-3. Sebaliknya, konsumsi lemak jenuh, protein hewani berlebihan, dan gula olahan perlu dibatasi karena dapat meningkatkan risiko gangguan neurokognitif.

Selain itu, vitamin dan mineral juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Vitamin B kompleks, terutama vitamin B6, B12, dan folat, membantu mengatur metabolisme homosistein yang berkaitan dengan fungsi saraf. Sumber alaminya antara lain daging, ikan, telur, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Sementara itu, makanan yang kaya antioksidan dan bersifat antiinflamasi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan, diketahui dapat membantu mengurangi penurunan fungsi kognitif akibat penuaan. Antioksidan bekerja melindungi sel saraf dari kerusakan akibat radikal bebas. Beberapa antioksidan penting antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta senyawa alami dari tumbuhan seperti polifenol dan flavonoid.

Asam lemak omega-3, khususnya docosahexaenoic acid (DHA), juga berperan dalam menjaga kesehatan otak. Kandungan ini dapat diperoleh dari ikan salmon, tuna, sarden, maupun biji chia.

Pada penderita Alzheimer, kondisi gizi yang buruk dapat memperburuk gejala perilaku dan memicu penurunan berat badan. Oleh karena itu, penderita dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri atas sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, serta sumber protein rendah lemak.

Penderita membatasi makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, gula olahan, garam, serta menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih maupun makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan, sup, smoothie, dan milkshake.

Penurunan nafsu makan pada penderita Alzheimer dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tidak mengenali makanan, penggunaan gigi palsu yang tidak nyaman, efek samping obat, kurangnya aktivitas fisik, hingga penurunan kemampuan mencium aroma dan mengecap rasa.

Pada tahap lanjut, penderita juga berisiko mengalami gangguan menelan yang dapat menyebabkan tersedak dan penurunan berat badan. Untuk mengatasinya, makanan dianjurkan disajikan dalam tekstur lunak atau dipotong kecil agar lebih mudah dikunyah dan ditelan. Selama makan, penderita sebaiknya duduk tegak dengan posisi kepala sedikit condong ke depan guna mengurangi risiko tersedak.

Apabila nafsu makan menurun, keluarga atau pendamping dapat menyajikan makanan favorit penderita, meningkatkan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta membagi porsi makan menjadi beberapa kali dalam sehari agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang serta memperhatikan kebutuhan nutrisi harian, diharapkan kualitas hidup penderita Alzheimer dapat terjaga dan perkembangan penyakit dapat diperlambat.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....