Ahli Gizi: Data Akurat Jadi Kunci Penanganan Stunting di Bali
- 03 Jul 2026 19:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penanganan stunting di Bali hingga saat ini masih mengacu pada berbagai program nasional yang menyasar remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan dalam penanganan stunting masih dihadapi, terutama dalam memastikan data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
Ahli Gizi sekaligus Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. Ni Ketut Sutiari, S.KM, M.Si, mengatakan data Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI tahun 2024 masih menjadi acuan untuk melihat kondisi stunting di Bali. Berdasarkan data tersebut, prevalensi stunting di Bali tercatat sebesar 8,7 persen atau meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 7,2 persen.
"Data terbaru yang bisa kita gunakan masih SSGI tahun 2024. Untuk Bali terjadi peningkatan dari 7,2 persen pada tahun 2023 menjadi 8,7 persen pada tahun 2024. Sementara untuk data setelah itu belum ada pembaruan, sehingga kita belum bisa memastikan perkembangan prevalensi stunting berikutnya," ujar Dr. Ni Ketut Sutiari kepada RRI.CO.ID, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Dr. Ni Ketut Sutiari, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda dalam upaya menurunkan angka stunting sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Selain menjalankan program intervensi gizi, pembaruan data dari posyandu dan fasilitas kesehatan juga menjadi hal penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di masyarakat.
| Baca juga: Cegah Karies Gigi pada Anak sejak Dini |
"Yang perlu menjadi perhatian adalah pemutakhiran data. Data yang baik akan menggambarkan kondisi sebenarnya sehingga program yang dijalankan bisa lebih tepat sasaran. Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga penanganannya juga perlu disesuaikan," ujar Dr. Ni Ketut Sutiari.
Dr. Ni Ketut Sutiari menambahkan, peran posyandu sebagai garda terdepan dalam memantau pertumbuhan anak juga perlu terus diperkuat agar kondisi gizi anak dapat terdeteksi sejak dini. Dengan deteksi dini dan data yang akurat, upaya penanganan stunting diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....