Leukemia Akut Bisa Berujung Fatal Kenali Tandanya sejak Dini

  • 26 Jun 2026 15:17 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Leukemia akut merupakan salah satu jenis kanker darah yang berkembang sangat cepat dan berpotensi mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Penyakit ini ditandai dengan produksi sel darah putih abnormal secara berlebihan yang mengganggu fungsi normal tubuh dalam melawan infeksi.

Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id leukemia menyerang jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang dan sistem getah bening. Pada leukemia akut, sel darah yang diproduksi merupakan sel yang belum matang atau disebut blas. Sel-sel abnormal tersebut berkembang dengan cepat dan tidak mampu menjalankan fungsi normalnya.

Akibatnya, produksi sel darah sehat terganggu sehingga dapat menyebabkan anemia, infeksi berulang, hingga perdarahan. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain mudah memar, mimisan, kelelahan ekstrem, dan pucat.

Leukemia akut terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Leukemia Limfositik Akut (Acute Lymphocytic Leukemia/ALL) dan Leukemia Mielogen Akut (Acute Myelogenous Leukemia/AML).

Pada Leukemia Limfositik Akut, sel sumsum tulang mengalami mutasi sehingga terus tumbuh dan membelah secara tidak terkendali. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya limfoblas, yaitu sel darah putih abnormal yang menumpuk dan menyingkirkan sel-sel sehat.

Gejala leukemia limfositik akut meliputi pendarahan gusi, nyeri tulang, demam, infeksi yang sering terjadi, mimisan berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, kulit pucat, sesak napas, hingga kelelahan berkepanjangan. Jenis leukemia ini paling sering menyerang anak-anak, meskipun juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Sementara itu, Leukemia Mielogen Akut merupakan kanker darah dan sumsum tulang yang umumnya menyerang orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan wanita.

Leukemia mielogen akut terjadi ketika jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal menurun, sementara sel darah putih abnormal meningkat secara signifikan. Gejalanya antara lain demam atau menggigil, kelelahan terus-menerus, infeksi yang sering atau berat, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, pembengkakan kelenjar getah bening, hati atau limpa, mudah memar dan berdarah, muncul bintik merah pada kulit, keringat berlebih di malam hari, serta nyeri tulang.

Penderita leukemia mielogen akut yang mengalami tanda-tanda infeksi harus segera mendapatkan pertolongan medis karena berisiko mengalami sepsis, kondisi serius yang dapat mengancam nyawa.

Untuk menangani leukemia, terdapat beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan. Kemoterapi menjadi terapi utama yang bertujuan membunuh sel leukemia. Selain itu, transplantasi sel induk dan sumsum tulang dilakukan untuk menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel induk sehat.

Pilihan pengobatan lainnya adalah terapi radiasi yang menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker, serta imunoterapi yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan sel kanker yang bersembunyi dari pertahanan alami tubuh.

Deteksi dini dan penanganan yang cepat menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien leukemia akut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada penyakit ini.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....