BRIN Kembangkan Biomaterial Gigi dari Biomassa Lokal

  • 20 Jun 2026 18:19 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong kemandirian industri kesehatan melalui pengembangan biomaterial mineral trioxide aggregate (MTA) berbasis biomassa lokal untuk kebutuhan perawatan gigi. Inovasi ini ditujukan untuk mendukung terapi endodontik atau perawatan saluran akar dengan menghadirkan material yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan memiliki kualitas setara produk komersial.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Leny Yuliatun, menjelaskan bahwa produk MTA yang beredar saat ini masih memiliki sejumlah keterbatasan, mulai dari harga yang relatif mahal hingga waktu pengerasan yang cukup lama.

“Oleh karena itu, kami mengembangkan MTA berbasis biomassa dengan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai sumber kalsium silikat untuk menghasilkan biomaterial yang lebih terjangkau dan berkelanjutan,” kata Leny dalam webinar Product Knowledge bertajuk Material Fungsional untuk Medis, sebagaimana dikutip dari BRIN, Jumat, 19 Juni 2026.

MTA sendiri telah banyak dimanfaatkan dalam dunia kedokteran gigi, khususnya untuk perawatan saluran akar, penutupan pulpa, pengisian ujung akar, hingga perbaikan perforasi gigi. Material ini dikenal memiliki sifat biokompatibel dan bioaktif yang mendukung proses penyembuhan jaringan.

Menurut Leny, biomassa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi material maju di bidang kesehatan. Pemanfaatan sumber daya hayati lokal dinilai tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga mendukung pengembangan biomaterial yang berkelanjutan.

Dalam riset yang dilakukan, BRIN memodifikasi MTA menggunakan stronsia, zirkonia, dan hidroksiapatit untuk meningkatkan performa material. Hasil pengujian menunjukkan formulasi tersebut memiliki bioaktivitas tinggi, mampu membentuk apatit, berinteraksi baik dengan dentin, serta memenuhi standar radiopasitas untuk material endodontik.

Selain itu, uji biokompatibilitas memperlihatkan material tersebut tidak bersifat toksik terhadap sel normal maupun mesenchymal stem cells.

“Dibandingkan produk komersial, MTA berbasis biomassa memiliki performa yang sebanding dalam aspek bioaktivitas dan biokompatibilitas, serta berpotensi menurunkan biaya produksi dan mendukung prinsip keberlanjutan,” kata Leny.

Ia meyakini pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku biomaterial dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular sekaligus memperkuat daya saing industri kesehatan nasional.

“Pengembangan material ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan biomaterial kedokteran gigi yang lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Leby menambahkan.

Ke depan, BRIN akan melanjutkan penelitian melalui standarisasi bahan baku biomassa, pengembangan sistem hidrasi material, serta pengujian praklinis dan klinis guna mendukung hilirisasi dan pemanfaatan teknologi secara lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....