Alternatif Pengobatan Terapi Musik untuk Pasien Kanker

  • 27 Mei 2026 18:45 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Terapi musik kini semakin dikenal sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam membantu mengelola nyeri pada pasien kanker. Metode ini dinilai mampu memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat perubahan DNA yang menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali di luar siklus hidup normalnya. Salah satu gejala yang paling sering dialami pasien kanker adalah nyeri, yang dapat mun cul sejak awal diagnosis hingga selama proses pengobatan.

Nyeri sendiri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang nyata maupun yang berpotensi terjadi. Kondisi ini bersifat subjektif dan sangat individual, namun jika tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas hidup, memicu gangguan psikologis, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien.

Dalam penanganannya, terdapat dua pendekatan utama, yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Selain metode seperti akupunktur, pijat, aromaterapi, dan akupresur, terapi musik menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan.

Terapi musik bekerja dengan cara memberikan rangsangan suara yang dapat mengalihkan perhatian pasien dari rasa sakit, memicu pelepasan hormon endorfin, serta menurunkan respons stres. Musik juga dapat memengaruhi kondisi fisiologis, psikologis, hingga spiritual seseorang.

Selain itu, terapi ini membantu menurunkan kecemasan, menstabilkan tanda-tanda vital, serta meningkatkan relaksasi. Musik juga dinilai mampu menjadi sarana ekspresi diri, meningkatkan komunikasi, dan membantu pasien mengalihkan fokus dari rasa nyeri.

Berbagai manfaat terapi musik antara lain memberikan efek rileks, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan toleransi terhadap pengobatan, mengurangi ketidaknyamanan selama perawatan, hingga membantu pasien mengekspresikan emosi mereka.

Terapi ini juga dinilai efektif pada berbagai kondisi, termasuk pasien anak pascaoperasi, pasien kritis, hingga saat prosedur medis seperti pengambilan darah.

Dengan berbagai manfaat tersebut, terapi musik dianggap sebagai pilihan yang sederhana, murah, dan tidak menimbulkan efek toksik. Selain membantu meredakan nyeri, metode ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien kanker secara keseluruhan.

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan minim efek samping, terapi musik kini menjadi salah satu opsi pendukung yang semakin diperhitungkan dalam dunia kesehatan, khususnya dalam manajemen nyeri pasien kanker.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....