Lansia Rentan Kolesterol Tinggi Pola Hidup Sehat Kunci Pencegahan
- 27 Mei 2026 18:45 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Kolesterol tinggi pada lansia menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Kondisi ini dikenal sebagai “musuh sunyi” karena sering tidak menimbulkan gejala, namun dapat memicu berbagai penyakit serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung.
Dikutip dari kemkes.go.id seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan pada sistem pembuluh darah dan metabolisme lemak. Hal tersebut membuat lansia lebih rentan mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam darah.
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel serta menjadi bahan dasar pembentukan hormon steroid, vitamin D, dan asam empedu. Namun, apabila kadar kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein) terlalu tinggi, lemak dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak aterosklerosis.
Penumpukan plak ini menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah terganggu. Pada lansia, risiko tersebut semakin tinggi karena elastisitas pembuluh darah mulai menurun. Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung, kondisi itu dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Sementara jika terjadi pada pembuluh darah otak, dapat menyebabkan stroke yang berisiko menimbulkan kelumpuhan hingga kematian.
Banyak penderita kolesterol tinggi tidak menyadari kondisinya karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan, khususnya bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kolesterol tinggi pada lansia antara lain pola makan tinggi lemak dan gorengan, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, obesitas, diabetes, serta faktor keturunan. Konsumsi makanan cepat saji, santan berlebihan, dan jeroan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Untuk mencegah komplikasi serius, lansia dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan, dan makanan berserat tinggi. Sebaliknya, makanan berlemak, gorengan, serta minuman manis sebaiknya dibatasi.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari juga dinilai efektif menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala pun penting dilakukan agar kondisi kesehatan tetap terpantau.
Apabila kadar kolesterol tetap tinggi meski sudah menerapkan pola hidup sehat, dokter dapat memberikan obat penurun kolesterol untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Penggunaan obat harus sesuai anjuran medis dan tidak boleh dihentikan tanpa konsultasi dokter.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan, lansia diharapkan dapat tetap aktif, mandiri, dan terhindar dari risiko stroke maupun penyakit jantung di usia lanjut.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....