Pemeriksaan Darah Langkah Awal Deteksi Kanker pada Anak
- 25 Mei 2026 13:43 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemeriksaan darah menjadi salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan ketika anak dicurigai mengalami kanker. Pemeriksaan ini berfungsi untuk menganalisis sampel darah guna mendeteksi penyakit sejak dini, memantau fungsi organ, hingga mengevaluasi efektivitas pengobatan.
Dikutip dari kemkes.go.id proses pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sedikit sampel darah dari tangan atau lengan anak menggunakan jarum kecil. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.
Dokter melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah jumlah sel darah anak berada dalam kondisi normal, mendeteksi adanya infeksi maupun tanda kanker darah seperti leukemia, serta melihat kemungkinan adanya penanda tumor ganas atau tumor marker. Selain itu, pemeriksaan ini juga membantu menilai fungsi organ penting seperti hati dan ginjal sebelum anak menjalani terapi, termasuk kemoterapi.
Dalam pemeriksaan darah, terdapat beberapa komponen utama yang dianalisis. Sel darah merah diperiksa untuk mengetahui apakah anak mengalami anemia atau kekurangan darah. Sel darah putih digunakan untuk melihat daya tahan tubuh dan mendeteksi infeksi. Sementara itu, trombosit diperiksa untuk mengetahui kemampuan pembekuan darah.
Pemeriksaan juga mencakup evaluasi fungsi hati dan ginjal yang berperan penting dalam proses kerja obat di dalam tubuh. Selain itu, dokter dapat memeriksa tanda-tanda peradangan, kerusakan sel, hingga penanda tumor ganas seperti alfa feto protein (AFP) dan beta HCG.
Tes darah biasanya dilakukan pada beberapa tahapan pengobatan. Sebelum terapi dimulai, pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses diagnosis dan persiapan pengobatan. Selama pengobatan berlangsung, tes darah membantu dokter memantau respons tubuh anak terhadap terapi. Setelah pengobatan selesai, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi anak telah pulih dan tidak ada tanda kanker kembali muncul.
Meski prosedurnya relatif singkat, pengambilan darah dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak. Sensasi yang dirasakan umumnya seperti dicubit saat jarum masuk ke kulit. Namun, proses hanya berlangsung beberapa detik dan tenaga medis akan berusaha membuat anak tetap nyaman selama pemeriksaan berlangsung.
Tes darah lengkap sendiri dapat mengukur kadar hemoglobin, jumlah trombosit, dan sel darah putih. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi anemia, gangguan pembekuan darah, maupun infeksi yang sedang terjadi di dalam tubuh anak.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....