Klinik Internasional Nusa Medica Akan Hadir Dukung Pariwisata Pendakian Rinjani

  • 23 Mei 2026 20:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Nusa Medica Clinic segera beroperasi penuh di kawasan lingkar Gunung Rinjani pada awal Juni mendatang. Kehadiran klinik rawat jalan 24 jam berstandar internasional tersebut diproyeksikan menjadi penguat rasa aman bagi sektor pariwisata premium di Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat lokal secara gratis, khususnya di kawasan wisata pendakian Rinjani.

Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Group, dr. Rosalia Puspita Jaya mengatakan, keberadaan Nusa Medica di Sembalun bertujuan membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan medis wisata dan pendakian.

“Nusa Medica Clinic ini tidak hanya berfungsi sebagai klinik swasta saja, tapi juga mendukung Pemda dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat setempat dan mendukung kegiatan pendakian, terutama Gunung Rinjani yang sangat terkenal,” ujarnya, Sabtu 23 Mei 2026.

Klinik tersebut diperkuat empat dokter dan sekitar enam perawat yang berjaga secara bergantian. Selain itu, terdapat dukungan tim farmasi, front office, dan marketing dengan total personel mencapai 15 hingga 20 orang.

Berbagai fasilitas medis modern juga disiapkan, di antaranya Automated External Defibrillator (AED) untuk penanganan pasien henti jantung, monitor pemantau pasien, ruang observasi maksimal 24 jam, layanan vaksinasi, hingga apotek 24 jam dengan ketersediaan obat generik maupun paten. Sebagai destinasi wisata internasional dan kawasan geopark dunia, sistem keselamatan di Gunung Rinjani kini turut diperkuat melalui kerja sama antara Nusa Medica dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Basarnas, serta layanan helikopter air ambulance berbasis di Bali.

“Kelebihan Nusa Medica adalah turis bisa tidak membayar di klinik. Jika memiliki asuransi internasional, kami bisa mengaktifkan sistem cashless hingga proses rujukan menggunakan helikopter dapat ditanggung penuh oleh asuransi,” jelas dr. Rosalia.

Ketua Tim Medis Edelweis Medical Help Center sekaligus praktisi evakuasi Rinjani, Mustiadi menyambut positif hadirnya fasilitas medis internasional tersebut. Menurutnya, sistem evakuasi menggunakan helikopter menjadi kebutuhan penting bagi destinasi wisata kelas dunia seperti Rinjani, khususnya untuk penanganan korban gawat darurat di jalur pendakian.

“Ke depan, karena Rinjani merupakan basis pariwisata internasional, kita harus mengikuti perkembangan zaman. Sistem heli evacuation akan sangat membantu percepatan penanganan korban di gunung,” katanya.

Ia menjelaskan, evakuasi udara diprioritaskan bagi korban dengan kondisi mengancam nyawa atau berisiko mengalami kecacatan permanen, seperti patah tulang berat maupun korban dengan pendarahan serius akibat jatuh. Untuk mendukung operasional di medan ekstrem, seluruh tenaga medis Nusa Medica disebut telah mengikuti pelatihan khusus penanganan evakuasi helikopter bersama Basarnas di Bali.

"Titik pendaratan darurat helikopter di kawasan gunung dan Lapangan Sembalun telah dikoordinasikan bersama pihak TNGR," ucapnya.

Sementara itu, Manajer Klinik Pariwisata Internasional Nusa Medica, Eriwin Hidayat menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan bagi masyarakat lokal, termasuk penyediaan ambulans gratis selama 24 jam.

“Masyarakat dipersilakan datang dan berkoordinasi dengan petugas maupun dokter yang berjaga jika membutuhkan ambulans darurat. Kami hadir untuk masyarakat selama 24 jam,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....