Jangan Salah Pilih Kenali Ciri Ciri Daging Ayam
- 22 Mei 2026 18:46 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Daging ayam adalah salah satu sumber protein hewani yang paling populer dan terjangkau di Indonesia. Namun, popularitasnya sering dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal untuk menjual daging ayam yang tidak layak konsumsi, seperti ayam tiren (mati kemarin), ayam gelonggongan, atau ayam berformalin.
Dikutip dari laman BAPANAS Mengonsumsi daging ayam yang sudah rusak atau tercemar zat kimia berbahaya dapat menyebabkan keracunan makanan, diare hebat, muntah, demam, hingga kerusakan organ dalam seperti hati dan ginjal.
Agar kesehatan keluarga tetap terjaga, berikut adalah panduan lengkap mengenai ciri-ciri daging ayam berbahaya yang harus dihindari:
1. Warna Daging Pucat, Kebiruan, atau Kebabu-abuan
Daging ayam yang segar memiliki warna merah muda (pink) cerah atau putih kemerahan. Sebaliknya, waspadalah jika menemukan ayam dengan warna:
- Pucat keabu-abuan atau kebiruan: Ini adalah indikasi kuat ayam tiren, terutama jika bercak biru terlihat di bagian sayap, leher, atau kepala.
- Warna kusam/kehijauan: Tanda pembusukan sudah berlanjut.
2. Tekstur Daging Lembek, Licin, dan Berlendir
Daging ayam segar memiliki tekstur kenyal dan elastis. Jika ditekan, daging akan kembali ke bentuk semula. Ciri ayam tidak layak konsumsi adalah:
- Lembek dan tidak kenyal: Daging terasa lunak saat dipegang.
- Berlendir dan lengket: Permukaan daging terasa licin, yang menandakan bakteri sudah berkembang biak dengan pesat.
- Kulit kaku (Ayam Formalin): Jika kulit ayam terasa sangat kaku, tidak elastis, dan tidak kembali saat dicubit, ada kemungkinan telah direndam formalin.
3. Aroma Amis Menyengat atau Bau Busuk
Ayam segar memiliki aroma khas daging ayam yang ringan, tidak menyengat. Hindari ayam yang beraroma:
- Amis tajam atau anyir: Indikasi ayam gelonggongan (diisi air agar berat).
- Bau busuk/bangkai: Jelas menunjukkan ayam tersebut adalah tiren (mati sebelum disembelih).
- Bau kimia: Aroma aneh seperti bahan antiseptik atau karbol, yang menandakan formalin.
4. Terdapat Memar atau Bercak Darah
Perhatikan bagian bawah sayap dan leher. Ayam yang disembelih dalam keadaan hidup (halal) akan memiliki darah yang keluar sempurna. Jika terdapat banyak bercak darah atau memar kebiruan di kulit, itu tanda ayam mati tidak wajar atau tiren.
5. Bekas Sembelihan Tidak Jelas
Periksa leher ayam. Ayam yang disembelih saat hidup biasanya memiliki bekas sayatan yang lebar dan dalam. Ayam tiren seringkali memiliki sayatan kecil, tipis, atau tidak rapi, karena disembelih setelah ayam mati.
6. Ciri Khusus Ayam Gelonggongan
Pedagang sering menyuntikkan atau merendam ayam dengan air untuk menambah berat. Ciri-cirinya:
- Kulit ayam terlihat sangat basah, mengkilap, dan licin.
- Jika digantung, daging akan meneteskan air.
- Saat dimasak, daging akan menyusut drastis.
Tips Cerdas Membeli Ayam Aman
- Pilih Tempat Penjualan Terpercaya: Beli di supermarket atau pasar tradisional yang menjaga kebersihan.
- Perhatikan Suhu: Ayam yang disimpan dalam lemari pendingin (chiller/freezer) lebih baik daripada yang didiamkan di suhu ruang.
- Jangan Tergiur Harga Murah: Ayam yang dijual jauh di bawah harga pasar patut dicurigai.
- Cium Aroma & Sentuh: Jangan ragu untuk meminta penjual memperlihatkan daging lebih dekat, cium aromanya, dan pastikan tidak berlendir.
Mengonsumsi daging ayam berbahaya dapat berisiko pada kesehatan serius. Jika setelah mengonsumsi ayam Anda mengalami gejala keracunan seperti diare atau muntah, segera cari pertolongan medis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....