Konsumsi Gula Berlebih pada Anak Bisa Picu Lonjakan Energi

  • 11 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Fenomena sugar rush sering menjadi perhatian orang tua ketika perilaku anak yang berubah setelah mengonsumsi makanan manis. Anak biasanya terlihat lebih aktif, sulit tenang, dan penuh energi dalam waktu singkat.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh menerima asupan gula dalam jumlah tinggi sehingga kadar gula darah meningkat dengan cepat. Makanan seperti permen, cokelat, es krim, dan minuman bersoda sering dikaitkan dengan munculnya sugar rush.

Menurut dr. Dimple Nagrani, Sp.A dalam akun YouTube Happy Kids Parenting, efek gula dalam tubuh anak akan membuat anak sangat aktif. Selain gula memberikan efek kecanduan, anak-anak juga belum bisa mengontrol asupan gula, hal ini menyebabkan anak cenderung hiperaktif.

"Bayangkan dalam satu gelas buble tea terdapat 13 sendok gula, padahal anak diatas 2 tahun hanya diperbolehkan mengonsumsi 6 sendok teh gula”, ujarnya.

Faktanya untuk bisa beraktivitas tubuh tentu membutuhkan asupan gula yang cukup. Prosesnya, gula akan dibakar menjadi energi dan digunakan untuk kinerja tubuh.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga membutuhkan gula, tentu saja dengan takaran sesuai usianya. American Academy of Pediatrics ( AAP ) merekomendasikan jumlah takaran gula yang bisa dikonsumsi anak-anak.

Menurut AAP anak dibawah usia 2 tahun disarankan mendapat asupan gula alami yang terdapat pada makanan dan dilarang mengonsumsi gula tambahan. Sementara untuk anak usia diatas 2 tahun, asupan maksimal gula yang dikonsumsi adalah enam sendok teh atau setara dengan 4 gram per sendok.

dr. Dimple Nagrani, Sp.A menyarankan agar kita mengawasi kadar gula yang tertera pada makanan atau minuman kemasan. Batasi konsumsi gula tambahan dan mengganti cemilan anak dengan cemilan sehat seperti buah-buahan agar anak terhindari dari lonjakan energi berlebih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....