Pekan Imunisasi Dunia 2026, IDAI Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

  • 04 Mei 2026 08:37 WIB
  •  Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon : Peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2026 digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon pada Minggu 3 Mei 2026 dengan menghadirkan kegiatan pemeriksaan kesehatan anak dan edukasi publik terkait pentingnya imunisasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi anak dari penyakit menular.

Dalam kegiatan tersebut diadakan layanan pemeriksaan antropometri anak dan talkshow bertema “Ikhtiar Sehat, Ibadah Kuat, Lengkapi Imunisasi Anak Kita.” Acara ini dihadiri oleh tenaga medis dan pakar kesehatan anak yang memberikan edukasi langsung kepada orang tua.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan bahwa meningkatnya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular di sejumlah daerah menjadi perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dicegah dengan meningkatkan cakupan imunisasi secara merata.

“KLB dapat dicegah melalui imunisasi rutin dengan cakupan yang tinggi. Ini menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit menular,” ujarnya pada Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menambahkan, rendahnya cakupan imunisasi berpotensi memicu kembali munculnya penyakit yang sebelumnya telah terkendali. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Kegiatan yang dipusatkan di FK UGJ Cirebon ini juga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Selain itu, Piprim Basarah Yanuarso menekankan bahwa biaya penanganan saat terjadi KLB jauh lebih besar dibandingkan dengan upaya pencegahan melalui imunisasi rutin.“Pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan saat wabah terjadi,” katanya.

Melalui momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengimbau masyarakat untuk kembali aktif mengunjungi Posyandu dan Puskesmas guna melengkapi imunisasi anak.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi nasional sekaligus menekan potensi terjadinya KLB penyakit menular di Indonesia.

Sementara itu Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K) Selaku Ketua IDAI Cabang Jawa Barat mengatakan imunisasi merupakan hak anak sekaligus tanggung jawab bersama.“Imunisasi adalah benteng utama melindungi anak dari penyakit, komplikasi, bahkan kematian,” katanya.

Anggraini mengakui, cakupan imunisasi di Jawa Barat masih belum merata. Sejumlah wilayah masih memiliki angka rendah yang menjadi pekerjaan rumah bersama.

Ia juga menyoroti fenomena zero dose, yakni anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai usia. Menurutnya, peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, orang tua hingga media.

“Tidak bisa hanya pemerintah atau dokter. Harus seluruh masyarakat ikut bergerak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....