Pekan Imunisasi Dunia 2026, IDAI Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak
- 04 Mei 2026 08:37 WIB
- Cirebon
Dalam kegiatan tersebut diadakan layanan pemeriksaan antropometri anak dan talkshow bertema “Ikhtiar Sehat, Ibadah Kuat, Lengkapi Imunisasi Anak Kita.” Acara ini dihadiri oleh tenaga medis dan pakar kesehatan anak yang memberikan edukasi langsung kepada orang tua.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan bahwa meningkatnya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular di sejumlah daerah menjadi perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dicegah dengan meningkatkan cakupan imunisasi secara merata.
Ia menambahkan, rendahnya cakupan imunisasi berpotensi memicu kembali munculnya penyakit yang sebelumnya telah terkendali. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Kegiatan yang dipusatkan di FK UGJ Cirebon ini juga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Melalui momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengimbau masyarakat untuk kembali aktif mengunjungi Posyandu dan Puskesmas guna melengkapi imunisasi anak.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi nasional sekaligus menekan potensi terjadinya KLB penyakit menular di Indonesia.
Sementara itu Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K) Selaku Ketua IDAI Cabang Jawa Barat mengatakan imunisasi merupakan hak anak sekaligus tanggung jawab bersama.“Imunisasi adalah benteng utama melindungi anak dari penyakit, komplikasi, bahkan kematian,” katanya.
Anggraini mengakui, cakupan imunisasi di Jawa Barat masih belum merata. Sejumlah wilayah masih memiliki angka rendah yang menjadi pekerjaan rumah bersama.
Ia juga menyoroti fenomena zero dose, yakni anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai usia. Menurutnya, peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, orang tua hingga media.
“Tidak bisa hanya pemerintah atau dokter. Harus seluruh masyarakat ikut bergerak,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....