Wabup Ajak Masyarakat Subang Ikut MOW dan MOP
- 30 Apr 2026 19:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, menggelar Pelayanan KB MOW Serentak Sejuta Akseptor, yang dilaksanakan di RSAU dr. Hoediyono Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Rabu 29 April 2026. Pelayanan KB MOW tersebut, diikuti oleh 168 wanita, yang telah memenuhi syarat yaitu sehat, sudah memiliki sedikitnya 2 anak dengan anak pertama berusia minimal 5 tahun, dan mendapat persetujuan dari pasangan.
Terkait hal itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menegaskan, MOW menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kesehatan, dan juga untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kabupaten Subang. Ia juga menyebut, MOW atau metode Operasi Wanita, merupakan sebuah tindakan medis, dengan memutus saluran sel telur, agar tidak mencapai rahim, sehingga tidak terjadi pembuahan, atau hamil.
"Ini bagian dari Keluarga Berencana, supados ibu sehat, keluarga sehat, keluarga berkualitas. Kesadaran mewujudkan keluarga yang berkualitas,” jelas Agus Masykur.
| Baca juga: Mengapa Harus Mengkonsumsi Vitamin D |
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga bercengkrama dengan dokter yang bertugas serta kader, untuk memastikan seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pendataan, tindakan, hingga perawatan pasca tindakan MOW, agar seluruh proses berjalan dengan baik, dan masyarakat merasa nyaman baik saat, dan setelah prosedur MOW. Ia mengapresiasi seluruh Kader Kabupaten Subang, atas kerja kerasnya, yang telihat dari antusiasme masyarakat terhadap program tersebut, serta seluruh pihak yang mendukung, termasuk RSAU dr. Hoediyono.
"Setiap tahun dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Terima kasoh kepada semua pihak, terutama RSAU dr. Hoediyono atas kolaborasinya,” tuturnya.
Dia meyakini, program tersebut sejalan, dan mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk, yang nantinya akan berdampak pada kualitas generasi mendatang. Sekaligus sebagai upaya antisipasi terhadap bonus demografi, yang perlu diantisipasi.
"Mudah-mudahan ini juga bagian dari perlambatan laju pertumbuhan penduduk, dan peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Subang,” jelas ia.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Subang, untuk mengikuti program MOW dan MOP mendatang, karena prosedur yang dilakukan sudah dicek keamanannya. Sudah terbukti, banyak akseptor KB dari alat kontrasepsi hormonal ke non hormonal seperti MOW dan MOP.
"In Syaa Allah, sangat aman, karena sudah bertahun-tahun dilaksanakan, dan tanpa masalah. Saya mengajak seluruh masyarakat Subang yang ingin mengikuti MOW maupun MOP, untuk ikut dalam pelaksanaan pelayanan MOW maupun MOP mendatang. In Syaa Allah, aman," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....