Waspada, Ini Bahaya Kebiasaan Konsumsi Minuman Manis

  • 28 Apr 2026 15:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Berbicara mengenai peringkat minuman terbaik untuk kesehatan, minuman manis jelas berada di peringkat paling bawah. Minuman tersebut memberikan begitu banyak kalori dan hampir tidak ada nutrisi lain.

Meski tinggi kalori, mengonsumsi minuman manis tidak memberikan rasa kenyang yang sama seperti mengonsumsi makanan padat. Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi minuman manis, sering kali tidak mengimbangi asupan kalori yang masuk dari minuman tersebut dengan makan lebih sedikit.

Perlu diketahui, rata-rata minuman kaleng yang manis atau jus buah, memberikan sekitar 150 kalori yang hampir semuanya berasal dari gula tambahan. Bila kamu minum hanya satu dari minuman manis tersebut setiap hari, dan tidak mengurangi kalori dari makanan, kamu bisa mengalami peningkatan berat badan hingga 2,2 kilogram dalam setahun.

Kebiasaan minum minuman manis seperti soda, teh manis kemasan, atau kopi dengan tambahan gula berlebih terlihat sepele, tapi dampaknya bisa cukup serius jika dilakukan terus-menerus. Berikut penjelasan yang lebih mendalam dikutip dari berita resmi haloodc.com :

  1. Meningkatkan Risiko Obesitas
    Minuman manis biasanya tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Kalori cair ini tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat, sehingga mudah membuat konsumsi kalori harian berlebihan. Akibatnya, berat badan naik tanpa disadari.
  2. Memicu Diabetes tipe 2
    Kandungan gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Jika terjadi terus-menerus, tubuh bisa mengalami resistensi insulin—kondisi utama yang memicu diabetes tipe 2.
  3. Meningkatkan Risiko Penyakit jantung
    Konsumsi gula berlebih berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, peradangan, dan kadar lemak darah (trigliserida). Semua faktor ini berkontribusi pada penyakit jantung.
  4. Merusak Gigi (Karies)
    Gula dalam minuman manis menjadi “makanan” bagi bakteri di mulut. Bakteri ini menghasilkan asam yang merusak enamel gigi, sehingga memicu gigi berlubang.
  5. Risiko Perlemakan hati non-alkoholik
    Fruktosa berlebih dari gula dapat diproses di hati dan diubah menjadi lemak. Jika menumpuk, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan fungsi hati.
  6. Ketergantungan Gula
    Gula dapat merangsang sistem reward di otak, mirip seperti zat adiktif ringan. Ini membuat seseorang cenderung ingin terus mengonsumsi minuman manis dalam jumlah lebih banyak.
  7. Gangguan Energi dan Konsentrasi
    Lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis bisa membuat tubuh terasa lemas, mudah lapar, dan sulit fokus.

Mengingat ada berbagai dampak kesehatan yang berbahaya akibat kebiasaan mengonsumsi minuman manis, cobalah mulai mengurangi konsumsi minuman kekinian dari sekarang.

Mengurangi minuman manis bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, tetapi lebih ke mengontrol frekuensi dan jumlah. Jika dilakukan konsisten, dampaknya bisa sangat positif bagi kesehatan jangka panjang.

(Zahira Maharani – Universitas Ibnu Chaldun)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....