Waspada Parkinson, Gangguan Saraf yang Perlu Dikenali sejak Dini
- 24 Apr 2026 19:58 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dialog Indonesia Sehat di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 24 April 2026, mengangkat tema penyakit Parkinson sebagai gangguan saraf degeneratif yang perlu dikenali sejak dini. Narasumber dr. Steven, M.Si.Med., Sp.N(K), menjelaskan gejala, penyebab, hingga penanganannya.
Penyakit Parkinson merupakan gangguan degeneratif yang memengaruhi gerakan tubuh akibat penurunan dopamin di otak. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia lanjut, namun dapat muncul pada usia muda yang dalam beberapa kasus berkaitan dengan faktor genetik.
Gejala utama meliputi tremor saat istirahat, gerakan melambat, kaku, dan gangguan keseimbangan. Gejala lain mencakup gangguan tidur, sembelit, penurunan penciuman, serta perubahan ekspresi wajah.
“Parkinson bukan sekadar tremor, tetapi gangguan saraf yang kompleks akibat kekurangan dopamin,” ujar dr. Steven. “Gejalanya bisa berupa wajah seperti topeng, suara mengecil, dan langkah kaki pendek.”
Ia menegaskan tidak semua tremor merupakan Parkinson sehingga diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Diagnosis dilakukan berdasarkan gejala klinis dan evaluasi medis.
“Pengobatan Parkinson dilakukan dengan obat yang harus diminum dalam jangka panjang,” ucapnya. “Jika obat dihentikan, gejala dapat muncul kembali.”
Selain pengobatan, pasien dianjurkan tetap aktif bergerak dan menjalani pola hidup sehat. Olahraga rutin, nutrisi seimbang, dan istirahat cukup membantu menjaga kondisi pasien.
“Pasien tetap bisa beraktivitas sesuai kemampuan dan stadium penyakit,” katanya. “Dukungan keluarga sangat penting untuk menjaga semangat dan kualitas hidup.”
Faktor risiko penyakit Parkinson meliputi usia, faktor genetik, paparan lingkungan, serta riwayat benturan kepala. Penyakit ini umumnya terjadi pada usia lanjut, namun juga dapat dialami pada usia lebih muda.
Pada usia muda, penyakit Parkinson lebih sering berkaitan dengan faktor genetik. Penerapan pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko.
“Untuk mencegah, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat,” ujar dr. Steven. “Yakni olahraga, menjaga pola makan, dan mengelola stres.”
Masyarakat diharapkan lebih memahami penyakit Parkinson dengan baik. Penanganan yang tepat serta dukungan keluarga dapat membantu pasien tetap hidup dengan kualitas yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....