Asap Bakar Sampah jadi Risiko Serius bagi Nyawa
- 22 Apr 2026 14:45 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID - Situasi penanganan sampah di Bali, khususnya di wilayah Denpasar, Badung, dan sekitarnya, kini semakin diperketat seiring adanya surat edaran terbaru pemerintah daerah tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Dalam aturan tersebut, masyarakat diimbau untuk mengelola sampahnya sendiri dari rumah tangga, termasuk melakukan pemilahan dan tidak lagi membuang atau membakar sampah sembarangan.
Namun dalam praktiknya, masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi aturan tersebut. Salah satu hal yang cukup mengkhawatirkan adalah kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.
Padahal tindakan ini sudah jelas dilarang karena dampaknya sangat berbahaya. Selain berisiko menyebabkan kebakaran, asap dari pembakaran sampah juga menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan.
Udara yang tercemar dapat mengganggu pernapasan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Paparan ini juga berisiko lebih besar bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
| Baca juga: Upaya Pemerintah Cegah Kematian Ibu dan Bayi |
Dikutip dari World Health Organization (WHO), pembakaran sampah terbuka menghasilkan polutan berbahaya seperti particulate matter (PM2.5), karbon monoksida, dioksin, dan furan yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta meningkatkan risiko penyakit serius. Zat-zat ini dapat bertahan di udara dan berdampak jangka panjang pada kesehatan manusia.
Upaya mengurangi sampah seharusnya tidak justru menimbulkan risiko baru. Niat menghilangkan sampah tidak boleh berubah menjadi ancaman bagi keselamatan bahkan menghilangkan nyawa. Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama agar pengelolaan sampah berjalan lebih aman dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....