Upaya Pemerintah Cegah Kematian Ibu dan Bayi

  • 31 Mei 2026 19:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Upaya pemerintah mencegah kematian ibu dan bayi terus dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan bagi perempuan sejak masa sebelum kehamilan hingga persalinan. Berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, deteksi penyakit menular, hingga layanan persalinan kini tersedia di puskesmas dan rumah sakit.

Dewan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi. Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Bali, Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.K.J., kepada RRI.CO.ID mengatakan pemerintah telah menyediakan berbagai program kesehatan untuk mendukung keselamatan ibu dan bayi, termasuk melalui layanan pemeriksaan kesehatan yang dapat diakses sejak sebelum kehamilan.

"Program bahwa tidak boleh ada kematian ibu melahirkan ataupun bayi yang baru lahir. Dari sejak hamil atau bahkan sebelum hamil, perempuan mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan untuk mencegah tidak terinfeksi HIV, hepatitis, maupun penyakit menular lainnya, dan layanan itu sudah tersedia gratis di puskesmas," ujar Dr. Anak Ayu Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menambahkan, fasilitas kesehatan untuk ibu dan anak saat ini telah tersedia di berbagai daerah dengan dukungan tenaga kesehatan dan sistem rujukan yang semakin baik. Namun, masih ditemukan ibu hamil yang baru dibawa ke tenaga kesehatan setelah mengalami kesulitan dalam proses persalinan yang sebelumnya ditangani secara tradisional.

"Jadi baru mereka datang ke bidan setelah ada kesulitan, pihak-pihak yang membantu melahirkan secara tradisional itu kesulitan. Sehingga masih ada angka kematian ibu, memang tidak meninggal di dukun itu atau dukun bersalin, tetapi kondisinya sudah parah, jadi meninggalnya tetap di fasilitas kesehatan yang ada," kata Dr. Anak Ayu Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menilai pemanfaatan layanan kesehatan sejak masa kehamilan hingga persalinan perlu terus ditingkatkan untuk mencegah keterlambatan penanganan saat terjadi komplikasi. Dengan penanganan yang lebih cepat dan tepat, risiko kematian ibu maupun bayi diharapkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....