Penggunaan Rokok Elektronik pada Remaja kian Meningkat

  • 04 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja kian meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian karena semakin banyak remaja terpapar produk nikotin yang berisiko menimbulkan dampak kesehatan dan ketergantungan pada usia muda.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengda Bali, Ni Made Dian Kurniasari, kepada RRI.CO.ID mengatakan penggunaan rokok elektronik menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil survei, prevalensi pengguna rokok elektronik tercatat meningkat signifikan dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

“Kalau kita lihat kembali dari Global Adult Tobacco Survey, itu ada peningkatan prevalensi pengguna rokok elektronik sebanyak 10 kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Itu sebesar 0,3 persen di tahun 2011 menjadi 3 persen di tahun 2021. Ini pada pengguna rokok elektronik usia 15 tahun ke atas,” ujar Ni Made Dian Kurniasari.

Dian Kurniasari menambahkan, penggunaan rokok elektronik juga ditemukan pada kelompok usia remaja. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi penggunaan rokok elektronik pada kelompok usia 10 hingga 19 tahun masih tergolong cukup tinggi.

“Kalau dilihat per kelompok usia, ini untuk prevalensi penggunaan rokok elektronik berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 sebanyak 9,6 persen usia 10-14 tahun itu merokok elektronik dan sebesar 8,5 persen usia 15-19 tahun itu menggunakan rokok elektronik. Jadi angka ini cukup tinggi ya,” ujar Ni Made Dian Kurniasari.

IAKMI Bali menilai peningkatan penggunaan rokok elektronik pada remaja perlu menjadi perhatian berbagai pihak. Edukasi, pengawasan, serta upaya pencegahan dinilai penting untuk melindungi generasi muda dari paparan nikotin dan risiko kesehatan yang ditimbulkannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....