Waspada Mikroplastik pada Mainan Anak, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

  • 12 Apr 2026 17:36 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Para orang tua diimbau untuk lebih selektif dalam memilih mainan bagi buah hati, terutama balita yang berada pada fase oral. Hal ini menyusul kekhawatiran terkait paparan mikroplastik partikel plastik berukuran di bawah 5 mm, yang kerap ditemukan pada mainan berbahan plastik dan benda-benda di sekitar rumah.

Dokter Spesialis Anak Konsultan dari RS Ngurah Rai, Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, menjelaskan bahwa meskipun mikroplastik belum terbukti secara langsung menyebabkan penyakit tertentu, partikel ini merupakan faktor risiko serius bagi kesehatan jangka panjang anak. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui mulut, makanan, bahkan udara yang terkontaminasi.

"Mikroplastik yang masuk ke pencernaan bisa merusak sel-sel usus dan memicu inflamasi. Bahkan, partikel ini bisa masuk ke sirkulasi darah dan menyebar ke organ vital seperti hati, ginjal, paru-paru, hingga menembus barier otak," kata dr. Lanang dalam talkshow Keluarga Sehat Kemenkes RI.

Beberapa gangguan kesehatan yang diwaspadai akibat paparan ini antara lain gangguan penyerapan nutrisi yang berisiko memicu stunting, diare, hingga masalah sistemik lainnya. dr. Lanang juga menyoroti peningkatan kasus penyakit modern seperti autisme, penyakit jantung bawaan, hingga kanker yang diduga memiliki keterkaitan dengan paparan polutan lingkungan, termasuk mikroplastik.

Sebagai langkah antisipasi, dr. Lanang menyarankan orang tua untuk mulai beralih dari mainan berbahan plastik ke material yang lebih aman seperti kayu atau stainless steel. Namun, ia mengingatkan agar tetap memperhatikan keamanan fisik benda tersebut.

"Sebisanya hindari bahan mainan yang berasal dari plastik. Jika menggunakan bahan lain seperti kayu, pastikan juga kebersihannya terjaga karena kontaminasi bisa datang dari lingkungan sekitar," katanya menambahkan.

Selain mengganti bahan mainan, orang tua juga diminta untuk rajin membersihkan area bermain anak menggunakan vacuum cleaner untuk meminimalisir debu plastik. Untuk anak yang masih bayi, dr. Lanang menyarankan agar orang tua lebih sering mendampingi anak bermain guna mengalihkan fokus anak dari kebiasaan memasukkan tangan atau benda asing ke dalam mulut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....