Pahami Gejala Eksim dan Cara Mengatasinya
- 09 Apr 2026 16:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Eksim atau dermatitis atopik merupakan gejala alergi pada kulit kering yang memunculkan ruam kemerahan disertai rasa gatal. Kemunculan eksim disebabkan oleh faktor luar (eksogen), seperti bahan kimia serta mikroorganisme (bakteri dan jamur). Sementara itu, faktor dari dalam tubuh (endogen) dipicu oleh sistem imun yang sensitif, riwayat penyakit keturunan (seperti asma, alergi, dan eksim), perubahan horman, serta kondisi kulit yang kering.
Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Selasa, 7 April 2026, gejala eksim umumnya menyerang hampir seluruh bagian kulit, terutama bagian lipatan seperti siku bagian dalam, belakang lutut, tengkuk, bagian depan leher, serta kepala dan pipi pada bayi. Meski bukan penyakit menular, namun siapa saja yang berusia di atas dua tahun dapat mengalami eksim. Penyakit ini juga bisa menghilang seiring bertambahnya usia, tetapi juga berpotensi menjadi penyakit seumur hidup jika tidak ditangani dengan tepat.
Dalam laporan medis yang diterbitkan American Family Physician, perkembangan eksim berlangsung dalam tiga tahapan klinis. Ciri-ciri eksim akut ditandai dengan ruam merah hingga keunguan serta rasa gatal yang intens dan tak kunjung reda. Rasa gatal yang tak tertahankan membuat penderita tanpa sadar menggaruknya secara berlebihan, sehingga timbul luka berdarah atau mengeluarkan cairan.
| Baca juga: Overthinking Meningkat saat Kesepian? |
Setelah peradangan mulai mereda, eksim akan memasuki tahap subakut. Gejala pada tahap ini berupa kulit kering, bersisik, pecah-pecah atau retak, dengan rasa gatal yang mulai berkurang.
Eksim kronis terjadi setelah bertahun-tahun dan cenderung kambuh berulang kali. Tahapan ini terdiri atas dua periode: ketika gejala memburuk (periode flare-up) dan diselingi dengan gejala mereda serta menghilang (periode remisi). Kebisaan menggaruk kulit yang sedang meradang menyebabkan likenifikasi, di mana kulit akan menebal dan permukaannya menjadi kasar.
Pada tahap kronis, pelindung kulit akan menipis akibat peradangan yang berkepanjangan, kulit akan mengeras lalu terkelupas dan rentan terinfeksi bakteri, jamur, atau virus. Komplikasi seperti infeksi herpes simplex virus (HSV), moluskum kontagiosum, impetigo, serta eksim herpeticum harus segera ditangani untuk mencegah memburuknya kondisi.
| Baca juga: Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah DBD |
Gejala eksim dapat didiagnosis melalui pemeriksaan kulit dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan ini menggunakan tes patch yang dapat mendeeksi potensi alergi pada kulit.
Faktor pemicu seperti sabun dan detergen berbahan kimia, stress berlebih, serta konsumsi makanan yang dapat menyebabkan alergi atau iritasi perlu dihindari. Untuk mengatasinya bisa melakukan perawatan rumahan, seperti mandi dengan air hangat, oleskan pelembap setiap hari dan setelah mandi, menghindari bahan pakaian yang kasar dan ketat, serta gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara. Selain itu, pengobatan medis, seperti antihistamin, kartikosteroid topikal, dan pelembap kulit juga efektif meredakan peradangan.
(Susanti Ramadhan – Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....